Malu gak tinggaldi mess karna belumpunya rumah?
halo lemon 🍋
aku irt 28thn
malu gak tinggal di mess? karna belum punya rumah
singkat cerita aku menikah di 2023 bulan Februari, lalu setelah menikah aku tinggal dirumah mertua ku , lalu di awal Januari aku melahirkan anak laki laki, setelah anak ku berumur 2 bulan aku putus kan untuk mengontrak dengan suami karna ada nya percekcokan aku dengan mertua ku, ya kalian pasti tau kalo kebanyakan menantu dan mertua itu gak selama nya cocok tinggal bersama, lalu anak ku umur 17 bulan kami pindah ke mess karna bos nya suami ku menyuruh kami untuk tinggal di Mes.
ohiya jarak rumah mertua ku kesini 1jam lebih.
waktu aku ngontrak memang jarak kontrakan dengan tempat kerja suami dekat dan mess pun jarak nya dekat dengan tempat kerja suami.
maaf kondisi mess nya berantakan 😁 #MaluGak #RelationshipTalk #Seandainya
Tinggal di mess sering dianggap kurang nyaman atau memalukan bagi sebagian orang, terutama bagi yang belum memiliki rumah sendiri. Namun, menurut pengalamanku pribadi, mess menjadi solusi praktis terutama ketika harus dekat dengan tempat kerja dan mengatur kehidupan keluarga baru. Pada awalnya, tinggal di rumah mertua memang terasa lebih nyaman. Namun, masalah yang muncul membuat aku memilih untuk pindah ke mess bersama suami dan anak. Jarak yang dekat dengan tempat kerja suami memudahkan kami dalam aktivitas sehari-hari dan menghemat waktu perjalanan. Meski kondisi mess sederhana, seperti dapur yang minimalis dan kamar yang tidak luas, kami bisa mengatur ruang agar tetap nyaman. Aku juga ingin berbagi bahwa kondisi mess bisa kita buat lebih hangat dengan menyusun barang-barang penting seperti kasur yang empuk dan keberadaan benda-benda kesayangan anak seperti boneka, sehingga suasana rumah tetap terasa menyenangkan. Perabot sederhana seperti kipas angin dan TV yang terpasang juga menambah kenyamanan tinggal meski di tempat yang cenderung terbatas. Bagi yang malu tinggal di mess karena stigma sosial, aku sarankan untuk fokus pada kualitas kebersamaan keluarga dan kenyamanan personal. Mess bisa menjadi tempat yang sangat berharga ketika kita mampu menjalaninya dengan positif dan menjadikannya sebagai langkah awal untuk membangun masa depan lebih baik, termasuk menabung dan merencanakan punya rumah sendiri nanti. Selain itu, memanfaatkan fasilitas yang ada seperti mesin cuci dan area mandi yang bersih sangat penting untuk menjaga kebersihan di lingkungan mess. Hal ini juga membantu menjaga kesehatan keluarga, terutama bayi yang masih membutuhkan perhatian ekstra. Jadi, jangan merasa malu tinggal di mess. Setiap orang punya perjalanan hidup berbeda dan yang terpenting adalah bagaimana kita menjalani dengan penuh syukur dan usaha untuk masa depan yang lebih baik.



