kue wajik
Di sini aku mau cerita lengkap versi aku kalau bikin wajik mika kecil dari awal sampai akhir, siapa tahu bisa jadi referensi buat yang mau coba atau lagi cari ide jualan. Pertama, pilih beras ketan putih yang kualitasnya bagus, biji utuh dan nggak banyak patahan. biasanya aku rendam ketan minimal 3–4 jam, kalau sempat malah aku rendam semalaman biar hasil wajik mika lebih empuk dan cepat matang. Setelah direndam, tiriskan benar-benar supaya saat dikukus ketan nggak terlalu basah. Untuk kukusan, aku lapisi dengan daun pisang tipis supaya ketan nggak lengket dan tambah wangi. Kukus ketan sampai setengah matang dulu, lalu siram dengan santan hangat yang sudah diberi sedikit garam. Aduk rata, lalu kukus lagi sampai ketan benar-benar pulen dan matang. Bagian penting lainnya adalah bikin gula untuk wajik mika. Biasanya aku pakai kombinasi gula merah dan sedikit gula pasir supaya legitnya dapat tapi warnanya tetap cantik. Masak gula dengan santan, daun pandan, dan sedikit garam hingga gula larut dan kuahnya agak mengental. Kuncinya, api jangan terlalu besar supaya santan nggak pecah dan gula nggak gosong. Kalau kuah gula sudah wangi dan mengental, masukkan ketan yang sudah dikukus. Aduk pelan-pelan terus menerus sampai semua ketan terbalut rata dan teksturnya mulai berat serta agak lengket. Di tahap ini sabar itu wajib, karena menentukan wajik mika nanti bisa kenyal dan tahan bentuk atau tidak. Untuk cetakan wajik mika kecil, aku suka pakai mika kecil atau loyang kecil yang dialasi plastik atau daun pisang tipis supaya mudah dilepas. Masukkan wajik selagi masih hangat, padatkan dengan punggung sendok yang dibasahi air supaya permukaan halus dan tidak lengket. Diamkan sampai benar-benar dingin sebelum dipotong atau ditutup mika. Supaya wajik mika kecil tahan lama, aku usahakan santan yang dipakai itu dari kelapa agak tua dan dimasak sampai betul-betul mendidih. Simpan wajik di tempat sejuk dan kering, jangan langsung kena sinar matahari. Kalau untuk jualan, biasanya aku buat ukuran kecil yang sekali makan, selain lebih rapi juga tampak menarik di kemasan. Kalau kamu suka bereksperimen, wajik mika bisa dikasih topping, misalnya taburan kelapa parut kukus (yang sudah diberi garam) atau sedikit wijen sangrai di atasnya. Tapi kalau mau lebih awet disimpan, aku biasanya hindari kelapa segar sebagai topping. Itu versi aku bikin wajik mika kecil, dari pilih ketan sampai tips kemasan. Buat yang baru pertama kali coba, mungkin batch pertama belum sempurna, tapi lama-lama bakal ketemu takaran gula dan santan yang pas sesuai selera kamu sendiri.











