💪🏻👷
Jujur aja, dulu aku kira kerja di kebun sawit itu cuma soal tenaga doang. Tapi setelah terjun langsung sebagai kuli sawit, apalagi pas belajar pruning kelapa sawit, baru kerasa kalau kerjaan ini juga butuh teknik dan ketelitian. Awal mula aku kenal pruning kelapa sawit itu gara-gara nggak mampu lanjut kuliah. Di titik itu pilihannya cuma dua: nganggur di rumah atau coba kerja apa aja yang ada. Akhirnya aku ikut saudara ke kebun, dan di situ mulai belajar gimana cara ngerawat pohon sawit, termasuk pruning atau pangkas pelepah. Di hari-hari pertama, tugasnya cuma bantu-bantu: angkat pelepah yang sudah dipotong, bersihin sekitar pokok, sambil ngamatin cara orang-orang yang sudah lama kerja di kebun. Dari situ pelan-pelan aku paham, pruning kelapa sawit itu bukan sekadar tebang pelepah sembarangan. Ada aturan yang mesti diikutin. Biasanya, pelepah yang dipotong itu pelepah tua, kering, atau yang menghalangi tandan buah. Kalau salah potong, bisa bikin produksi buah turun atau malah nyusahin pemanen. Senior di kebun sering bilang, "Potong pelepah yang posisinya di bawah tandan, jangan sampai kena tandannya." Jadi sebelum motong, aku biasain buat lihat posisi tandan dulu. Soal alat, kebanyakan pakai egrek atau dodos, tergantung tinggi pohon. Di awal aku sering salah posisi egrek, pelepah jadi jatuh nggak terarah dan membahayakan orang di bawah. Setelah beberapa kali dimarahin dan diajarin, aku belajar buat selalu cek sekitar sebelum motong, pastiin nggak ada orang tepat di bawah pelepah yang mau jatuh. Hal lain yang aku pelajari, pruning kelapa sawit itu ngaruh banget ke kenyamanan pemanen. Kalau pelepah dibiarkan numpuk dan nggak dibersihin, jalan di antara pokok jadi sempit, gampang kesandung, dan kerja makin berat. Jadi selain pangkas, biasanya sekalian disusun pelepahnya di satu sisi barisan supaya baris tetap rapi. Dari sisi fisik, kerja pruning ini jelas capek. Panas matahari, beratnya pelepah, plus harus kerja cepat biar target harian kecapai. Tapi lama-lama badan jadi kebiasa, dan ada rasa bangga tiap lihat blok yang habis dipruning kelihatan rapi. Rasanya kayak ada hasil nyata dari keringat sendiri. Kalau kamu baru mau mulai kerja sebagai kuli sawit dan ketemu tugas pruning, saran dari aku: jangan malu buat banyak tanya ke orang yang lebih berpengalaman. Perhatiin cara mereka megang alat, posisi badan, sampai urutan pohon yang dikerjain. Dan jangan lupa pakai perlindungan dasar kayak sarung tangan, sepatu, dan kalau bisa helm, karena pelepah yang jatuh bisa cukup berat. Mungkin buat sebagian orang kerja di kebun sawit itu pilihan terakhir, tapi dari pengalaman aku, justru di sini aku belajar banyak tentang tanggung jawab, disiplin, dan cara bertahan hidup. Gara-gara nggak lanjut kuliah, akhirnya "lanjut kuli(ah)" di kebun sawit, dan salah satu pelajaran paling penting yang aku dapat ya dari pruning kelapa sawit ini.










































