“Awalnya Fatih ikut finswimming cuma untuk kesehatan. Tapi ternyata, sejauh ini yang dibentuk bukan cuma fisiknya, melainkan juga mentalnya.
Setiap ikut lomba kami juga sadar, menang itu belum tentu. Tapi dari setiap pertandingan, Fatih belajar tentang disiplin, berani mencoba, menerima hasil, dan tetap mau berproses.
Sebagai bunda, saya mungkin hanya bisa mendukung dari pinggir kolam, menemani keluh kesah lelahnya latihan, dan mendoakan yang terbaik di setiap start 🤍
Terima kasih banyak untuk para coach yang sudah sabar membina dan percaya sama Fatih sampai sejauh ini. Semoga semua proses ini jadi langkah baik untuk masa depannya ”
Pengalaman mendukung anak dalam olahraga seperti finswimming memang tidak selalu mudah, apalagi ketika banyak orang sekitar mempertanyakan manfaatnya. Saya pernah mendengar kata-kata negatif seperti "buang-buang duit" atau "nggak bakal jadi atlet". Namun, saya percaya bahwa olahraga bukan hanya soal hasil kemenangan, melainkan juga proses pembentukan diri. Dari cerita Fatih, saya melihat bagaimana latihan yang konsisten membantu membentuk mental tangguh, rasa percaya diri, dan semangat pantang menyerah. Disiplin yang dipelajari dari latihan rutin dan berani mencoba hal baru ternyata jauh lebih penting daripada sekadar meraih medali. Selain itu, olahraga seperti finswimming membantu anak belajar bagaimana menghadapi kekalahan dengan lapang dada dan terus berproses untuk menjadi lebih baik. Mendukung anak dalam olahraga berarti juga ikut menemani perjuangannya, baik saat lelah ataupun putus asa. Saya sering menemani latihan dari pinggir kolam sambil memberikan motivasi dan doa terbaik, karena saya sadar peran saya sebagai orang tua adalah menyediakan dukungan yang tulus. Terlepas dari komentar orang lain, saya percaya setiap detik latihan anak tidak akan sia-sia karena ada nilai-nilai kehidupan yang ia dapat. Para pelatih yang sabar dan penuh perhatian juga berperan penting dalam perkembangan anak. Mereka bukan hanya mengajarkan teknik olahraga, tetapi juga membimbing mental dan karakter para atlet muda. Proses ini memang panjang dan membutuhkan kesabaran, tetapi hasilnya akan tertanam kuat dalam diri anak sebagai bekal menghadapi tantangan kehidupan. Saya berharap cerita ini dapat menginspirasi para orang tua lain untuk tetap mendukung minat anak dalam olahraga, walau terkadang jalan yang ditempuh tidak mudah dan penuh rintangan. Percayalah bahwa selama berada di jalur yang benar dan dengan keyakinan pada Tuhan Yang Maha Kuasa, hal yang tampaknya mustahil dapat menjadi mungkin.













































