Beda Tipis,tapi Efeknya Bisa Sejauh Itu
Kadang kita tuh suka salah paham sama yang namanya "sadar diri".
Sadar diri itu bukan berarti ngeremehin diri sendiri,tapi tahu dimana posisi kita dan mau berkembang pelan-pelan.
Kalau udah masuk ke fase "ah aku mah gak bisa",
itu bukan sadar diri,itu rendah diri disguised as
realism 😬
Belajar bedain dua hal ini penting banget,biar kamu nggak terus ngerasa kecil di hadapan dunia yang sebenarnya tidak sekejam itu 💅🏻
Dulu aku sering banget pakai kalimat, "aku mah sadar diri aja" buat alasan nolak kesempatan. Padahal setelah dipikir-pikir, itu bukan sadar diri, tapi rendah diri yang aku bungkus jadi seolah-olah realis dan tau diri. Menurutku, perbedaan sadar diri dan tau diri (yang sering sebenarnya rendah diri) kelihatan dari cara kita bereaksi ke kesempatan baru. Kalau beneran sadar diri: - Kita tahu kita masih kurang, tapi mau belajar. - Berani bilang, "aku coba dulu ya, kalau kurang aku perbaiki pelan-pelan". - Gak langsung mundur cuma karena merasa belum sejago orang lain. Kalau rendah diri yang kita kira tau diri: - Fokusnya cuma ke kekurangan diri sendiri. - Sering mikir, "ah, siapa aku, nggak pantes". - Ngerasa kemampuan orang lain selalu jauh di atas kita. Contoh simpel, waktu ada tawaran presentasi di kampus atau kantor. Versi aku yang dulu pasti ngomong, "nggak deh, aku mah nggak bisa ngomong di depan umum, kasih aja ke yang lain". Aku pikir itu bentuk tau diri. Tapi ternyata aku cuma takut dinilai jelek, takut kelihatan nggak sempurna. Sekarang aku coba ubah cara pikir. Sadar diri buat aku adalah: - Mengakui, "aku belum jago presentasi". - Tapi juga nambahin, "tapi kalau nggak mulai, kapan bisanya?". - Bikin langkah kecil: latihan depan kaca, catat poin di buku catatan, rekam suara sendiri, minta feedback teman. Buat Gen Z yang sering overthinking, perbedaan antara sadar diri dan rendah diri ini krusial banget. Kadang kita kebanyakan scrolling dan ngebandingin diri sama orang lain, sampai lupa kalau semua orang juga mulai dari nol. Dunia nggak sekejam itu kok, kadang yang paling kejam justru suara di kepala kita sendiri. Yang aku lakukan pelan-pelan: 1. Ganti kalimat di kepala. Dari "aku mah nggak bisa" jadi "aku belum bisa, tapi bisa belajar". 2. Tulis kekurangan dan rencana belajar. Misalnya kurang pede ngomong: daftar kelas, nonton video, latihan rutin. 3. Rayakan kemajuan kecil. Kayak berani speak up sekali di meeting, atau berani kirim ide. Buat kamu yang suka bilang "aku cuma sadar diri" padahal sebenarnya down sama diri sendiri, coba cek lagi: beneran sadar posisi dan mau berkembang, atau diam di tempat karena takut gagal? Bedanya tipis banget, tapi efek ke hidup bisa sejauh itu.


setuju kak... bahasa keren-nya limiting beliefs... kadang kita merasa itu sadar diri, padahal itu adalah keyakinan yang membatasi diri.. 😁