malam jum'at ziarah Martajesah, AllahummaBarik✨

Mertajasah
2025/10/24 Diedit ke

... Baca selengkapnyaSetiap malam Jumat, Martajesah selalu punya suasana yang beda. Dari jauh saja, kubah dan menaranya sudah kelihatan terang benderang, kayak manggil kita buat datang. Begitu masuk area parkiran, deretan sepeda motor sudah padat, orang lalu-lalang, tapi tetap tertib. Aku sempat kaget juga, ternyata banyak yang datang rombongan keluarga, ada yang bawa anak kecil, ada juga ibu-ibu yang saling tunggu temannya. Begitu masuk ke dalam masjid, rasanya langsung adem. Interiornya cantik, pintu kayu berukir, kaligrafi di dinding, dan lampu yang bikin suasana hangat. Aku cari tempat di shaf belakang, gelar sajadah oranye yang biasa kubawa, terus pelan-pelan mulai tenangin diri. Di momen itu, aku cuma bisa doa dalam hati: semoga semua urusan dipermudah, dosa diampuni, dan keluarga selalu dijaga. Sederhana, tapi malam Jumat di Martajesah selalu jadi waktu favorit buat curhat sama Allah. Yang bikin aku betah di masjid ini, selain bangunannya yang megah, adalah suasananya yang hidup tapi tetap khusyuk. Di satu sisi, kamu bisa lihat orang-orang yang lagi ziarah, ada yang baca yasin pelan-pelan, ada yang berdzikir, ada yang duduk termenung di sudut masjid. Di sisi lain, di luar masjid, kehidupan tetap berjalan: pedagang kecil di sekitar area, orang-orang yang baru datang, suara motor keluar-masuk parkiran. Semua bercampur, tapi malah terasa hangat. Buat yang belum pernah ke Martajesah di malam Jumat, mungkin bisa cobain sekali-sekali. Datang agak sore atau selepas Maghrib biar nggak terlalu berdesakan, dan kamu punya waktu lebih lama buat menikmati suasana. Bawa sajadah sendiri juga enak, jadi bisa pilih sudut yang bikin kamu nyaman. Aku biasanya habis shalat, duduk agak lama sambil merenung, mengulang doa yang sama: semoga semuanya dipermudah, amin. Rasanya pulang dari sana hati jadi lebih enteng, walaupun masalah belum selesai, tapi setidaknya ada rasa tenang yang susah dijelasin. Menurutku, ziarah malam Jumat di Martajesah bukan cuma soal datang lalu pulang, tapi juga soal mengosongkan diri sebentar dari hiruk pikuk kehidupan. Di tengah masjid yang megah dan terang itu, kita diingatkan lagi kalau di balik segala keramaian dunia, selalu ada ruang tenang buat kita kembali dan bersandar.