#ceramah
#waktu sahur
Waktu sahur merupakan saat yang sangat istimewa di bulan Ramadhan, karena pada waktu inilah Allah SWT turun ke langit dunia dan memberikan kesempatan bagi hamba-Nya untuk berdoa dan memohon ampunan. Dari pengalaman saya mengikuti ceramah tentang waktu sahur, amalan yang paling ditekankan adalah tidak hanya makan dan minum untuk memenuhi kebutuhan fisik semata, tetapi juga memanfaatkan waktu ini untuk bermunajat dan beristighfar kepada Allah. Saya pernah mencoba untuk selalu duduk bersama keluarga setelah sahur selesai, meluangkan waktu untuk berdzikir dan mengucapkan astaghfirullah sebanyak-banyaknya. Rasanya hati menjadi lebih tenang dan terasa dekat dengan Allah. Selain itu, saya pun mencoba menerapkan anjuran untuk berdoa pada waktu ini karena doa-doa yang dipanjatkan akan dikabulkan oleh Allah. Menurut Ustadz Adi Hidayat, hendaknya kita tidak buru-buru meninggalkan suasana sahur setelah makan. Luangkan waktu beberapa menit untuk merenungkan dan memperbanyak istighfar agar dosa-dosa terampuni. Salah satu keistimewaan waktu sahur adalah ketika Allah SWT berfirman, "Ya ibadi, siapa yang berdoa Aku kabulkan, siapa yang istighfar Aku ampuni dosa-dosanya." Ini membuat saya sadar betapa besar rahmat Allah di sepertiga malam terakhir. Selain dari aspek spiritual, sahur juga memberikan kekuatan fisik agar bisa menjalankan ibadah puasa dengan lebih khusyuk dan lancar. Oleh karena itu, penting untuk tidak melewatkan waktu sahur, meskipun hanya sedikit makan dan minum, tetapi lebih baik memenuhi sunnah Nabi Muhammad SAW untuk mengakhirkan sahur sebelum imsak. Pengalaman pribadi ini membawa saya untuk lebih rajin dalam ibadah, tidak hanya sekedar menjalankan sahur sebagai rutinitas makan, tapi sebagai momentum yang penuh makna untuk mendekatkan diri kepada Allah dan mempersiapkan diri menghadapi hari penuh keberkahan selama Ramadan.































