Sebagai ibu 2 anak ( yg pertama cowo4th, kurang fokus, yg kedua cewe 3th ) sekaligus pejuang LDM sering pusing kalo jagain anak. Tapi bagaimanapun harus selalu disyukuri ....
Nah, suatu kali jam tidur siang. Gantian dong mau nidurkan si kecil dulu... eehhh kakaa nya main sendiri. Daaaannn.... sampai akhirnya terdengarlah suara tangisan anakku dan teriakan panik dari ibu ku...
Si kakak terpleset, dan kepalanya terbentur pinggiran meja dapur, berdarah 😭😭😭😭. #JujurAja kaget, takut, panik, bingung, sedih karena darahnya lumayan banyak. Tapi sebagai ibu, mau nggak mau, bisa nggak bisa harus menata hati dan mental untuk nggak menampakan kepanikan dan cepet bertindak walau #PerasaanKu nggak karuan sbenarnya tapi harus cepat- cepat cari pertolongan medis.
Setelah anakku dapat 2 jahitan di kepala,barulah sedikit merasa lega dan segera mengabari suami yang bekerja di perantauan.
... Baca selengkapnyaWaktu lihat sendiri kepala anak berdarah dan ternyata harus dijahit, rasanya kaki langsung lemes. Tapi setelah kejadian itu, aku mulai cari tahu apa saja yang harus dilakukan kalau kepala bocor berdarah, biar lain kali (semoga nggak kejadian lagi) aku lebih siap.
Pertama, kalau lihat luka di kepala berdarah, jangan fokus ke darahnya dulu. Kepala memang banyak pembuluh darah, jadi kadang kelihatannya parah padahal lukanya kecil. Aku sekarang selalu coba tarik napas dulu, terus cek: anaknya masih sadar atau tidak, bisa diajak ngomong, nangisnya kenceng atau lemas. Kalau anak masih responsif, itu sedikit bikin tenang.
Kedua, aku langsung tekan pelan area sekitar luka pakai kain bersih atau tisu tebal untuk menghentikan darah. Dulu aku sempat panik karena darahnya ngalir, tapi perawat bilang itu wajar. Yang penting tekan beberapa menit dan jangan sering dibuka-buka buat dicek, karena malah bikin darah keluar lagi.
Ketiga, aku sekarang sudah mikir jauh-jauh soal kapan harus ke IGD. Kalau kepala bocor dan kelihatan menganga, apalagi sampai kelihatan putih-putih (kayak kulit bagian dalam), menurutku jangan tunggu lama, langsung bawa ke dokter/UGD. Termasuk kalau darahnya nggak berhenti walau sudah ditekan, atau anak mulai mengantuk tidak wajar, muntah, atau pusing berat.
Soal luka jahit di kepala, awalnya aku bayangin bakal sakit banget. Ternyata waktu anakku dijahit 2 jahitan, dokter kasih anestesi lokal dulu, jadi dia cuma kaget dan nangis sebentar. Setelah itu yang penting jaga area jahitan tetap kering dan bersih. Aku diminta jangan sering-sering pegang luka, dan kalau keramas harus hati-hati banget, pakai air mengalir pelan dan sabun bayi yang lembut.
Aku juga belajar untuk nggak gampang share foto kepala berdarah atau pap kepala bocor ke orang lain, apalagi ke sosmed, karena selain sensitif, bisa bikin orang lain trauma. Kalau pun mau kirim ke keluarga atau dokter, aku pilih angle yang seperlunya saja, lebih ke dokumentasi medis.
Sekarang di rumah aku usahakan area rawan seperti pinggiran meja, lantai licin, dan sudut tajam lebih aman. Sudut meja aku kasih pelindung, terus kalau anak main lari-lari, aku lebih sering ingatkan. Namanya anak kecil pasti tetap aja aktif, tapi setidaknya kita sebagai ibu sudah usaha untuk meminimalkan risiko kepala berdarah lagi.
Buat ibu-ibu lain yang mungkin sedang baca ini sambil galau karena luka jahit di kepala anak, kamu nggak sendiri. Nangis boleh, takut boleh, tapi tetap usahakan ada satu sisi diri kita yang tetap tenang dan fokus cari bantuan. Setelah semua lewat, baru deh pelan-pelan sembuh, bukan cuma luka di kepala anak, tapi juga hati kita sebagai ibu.
lebih baik sekalian rontgent Bu, pastikan tidak ada indikasi lain selain luka luar aja