Syok Harga Beras Naik😲

**My journey mengatur rumah tangga 🤍**

Belanja bulanan kali ini bikin aku cukup kaget.

Pas lihat satu per satu harga kebutuhan rumah, rasanya beda banget sama beberapa waktu lalu.

Beras 5 kg yang biasanya sekitar 75 ribu, sekarang naik jadi hampir 86 ribu.

Pempers yang dulu masih dapat di 60 ribuan, sekarang juga ikut naik.

Belum sabun, kebutuhan dapur, listrik, air, dan kebutuhan rumah lainnya.

Awalnya sempat kepikiran, *kok rasanya makin banyak ya pengeluarannya?*

Padahal yang dibeli ya kebutuhan sehari-hari. Yang dipakai untuk makan, untuk rumah tetap jalan, untuk anak tetap nyaman.

Di satu sisi memang bikin mikir lebih ekstra.

Harus lebih pintar atur uang, pilih yang benar-benar dibutuhkan dulu, pelan-pelan beli satu per satu.

Kadang ada yang harus ditunda dulu walaupun pengen cepat beres semuanya.

Tapi dari perjalanan ini aku belajar…

mengatur rumah tangga bukan soal semuanya harus langsung ada.

Bukan soal rumah harus lengkap dalam waktu cepat.

Kadang perjalanan rumah tangga itu tentang belajar cukup.

Belajar mengatur.

Belajar bersyukur untuk apa yang sudah ada hari ini.

Dan percaya kalau sedikit demi sedikit rumah ini akan terisi dengan baik, dengan usaha dan doa.

Capek iya.

Kadang overthinking juga iya.

Tapi tetap semangat, karena semua yang diusahakan hari ini untuk keluarga kecil yang paling aku sayang 🤍✨

**Pelan-pelan, satu per satu.

InsyaAllah cukup. InsyaAllah sampai tujuan.** 🌷

#MyJourney #TipsLemon8 #BudeLemon8 #belanja bulanan #bahanpokok maha

5/30 Diedit ke

... Baca selengkapnyaDalam kondisi harga kebutuhan pokok seperti beras yang naik hingga Rp85.800 per 5 kg, serta kenaikan berbagai kebutuhan lain seperti pempers, sabun, listrik, dan air, kita memang harus lebih jeli mengelola keuangan rumah tangga. Dari pengalaman pribadi, saya mulai mencatat pengeluaran dengan rinci agar bisa mengontrol budget bulanan secara efektif. Membuat catatan daftar belanja antara yang sudah dibeli dan yang tetap dibutuhkan membantu saya menghindari pembelian impulsif dan fokus pada prioritas utama. Misalnya, membeli beras, minyak, dan pempers terlebih dahulu karena kebutuhan ini sangat penting, lalu menunda pembelian barang yang masih bisa ditunda seperti kecap dan saus sampai budget lebih longgar. Selain itu, saya juga belajar untuk lebih bersyukur dan menerima bahwa pengelolaan rumah tangga bukan soal harus memenuhi semua kebutuhan secara berbarengan, tapi tentang bagaimana mengatur keuangan agar kebutuhan utama terpenuhi dulu. Hal ini membantu mengurangi stres dan overthinking saat menghadapi kenaikan harga yang tidak bisa kita kendalikan. Menggunakan strategi belanja bertahap juga efektif, saya mencoba membeli perlengkapan rumah satu per satu, tanpa harus langsung tergesa-gesa menyelesaikan seluruh kebutuhan sekaligus. Ini memberikan ruang fleksibilitas dan kesempatan untuk mencari promo atau harga yang lebih terjangkau. Di sisi lain, penting juga memanfaatkan sumber daya seperti diskon di toko, promo online, dan memilih produk lokal yang mungkin lebih ekonomis namun tetap berkualitas. Menjaga komunikasi dengan keluarga tentang pengaturan keuangan juga jadi kunci agar semua pihak bisa memahami situasi dan berkontribusi dalam mengelola rumah tangga. Pengalaman mengatur rumah tangga selama masa kenaikan harga kebutuhan pokok ini mengajarkan pentingnya kesabaran, manajemen keuangan yang baik, dan sikap positif dalam menjaga kestabilan keuangan keluarga. Semoga pengalaman ini bisa menjadi inspirasi dan motivasi bagi yang juga mengalami tantangan serupa.

10 komentar

Gambar Feby Trinijhuu
Feby Trinijhuu

kkgk

Gambar IndriiePendent
IndriiePendent

spill caranya bikin budgeting di chatgpt kak

Lihat komentar lainnya