tetaplah merasa cantik

2025/10/21 Diedit ke

... Baca selengkapnyaAda masa di hidupku ketika bercermin rasanya berat banget. Setelah usia bertambah dan tubuh berubah, terutama setelah punya anak, standar kecantikan di media bikin aku merasa kurang terus. Padahal di hati kecil, aku cuma ingin bisa bilang ke diri sendiri: tetaplah merasa cantik, apa pun kondisimu. Pelan-pelan aku belajar mengubah cara pandang. Dulu fokusku hanya di kekurangan fisik: kulit nggak secerah dulu, berat badan naik, lingkar mata hitam. Sekarang aku mulai belajar lihat hal lain: tubuh ini sudah menemaniku sejauh ini, membantuku bekerja, bahkan mungkin melahirkan dan merawat anak. Dari situ aku belajar bersyukur dan nikmati hidupku, tanpa terlalu keras sama diri sendiri. Salah satu hal yang paling membantu adalah mengurangi banding-bandingin diri dengan orang lain. Di sosmed, orang kelihatan mulus dan sempurna, padahal banyak filter dan editan yang nggak kelihatan. Begitu aku sadar itu, aku jadi lebih santai. Aku mulai memilih akun yang bikin perasaanku lebih positif: akun yang bahas self love, body positivity, dan perjalanan menerima diri apa adanya. Aku juga mulai punya ritual kecil versi sendiri di rumah. Nggak harus ke spa mahal, cukup mandi lebih lama, pakai body lotion favorit, atau maskeran sambil denger musik. Momen sederhana itu bikin aku ingat kalau aku layak dirawat. Dari situ muncul perasaan: ternyata aku masih bisa merasa cantik dengan cara yang sederhana. Selain itu, aku belajar menghargai hal-hal yang nggak kelihatan dari luar: caraku sayang sama keluarga, kesabaranku menghadapi hari yang berat, kemampuan untuk tetap berdiri setelah banyak masalah. Hal-hal seperti ini juga bagian dari "kecantikan" yang dulu nggak pernah aku sadari. Kalau kamu lagi di fase nggak percaya diri, coba pelan-pelan bilang ke diri sendiri setiap hari: "Tetaplah merasa cantik, berapa pun anakmu, berapapun usiamu, bagaimanapun keadaan fisikmu." Ucapkan sambil bercermin, walau awalnya terasa aneh. Lama-lama, kata-kata itu bisa jadi doa dan pengingat, bahwa kamu berharga bukan cuma dari penampilan, tapi dari keseluruhan dirimu. Yang paling penting, jangan tunggu sempurna dulu baru berani bahagia. Hidup akan selalu punya kekurangan di sana-sini, tapi kita tetap bisa memilih untuk bersyukur dan menikmati hidup. Cantik itu bukan tujuan akhir, tapi perjalanan menerima diri sendiri setiap hari.