... Baca selengkapnyaAku dulu juga termasuk tim yang gampang kebawa quotes, apalagi yang kayak "ikutin passion, lo jadi berasa gak kerja". Kedengeran indah banget. Tapi begitu lihat realita orang tua yang kerja keras demi keluarga, aku jadi mikir: kalau semua orang cuma ngejar passion, siapa yang mau ambil kerjaan yang nggak "instagramable" tapi penting?
Buat aku, kerja keras demi keluarga itu bukan cuma soal nafkahin orang rumah, tapi juga bentuk rasa terima kasih. Banyak orang tua kita yang nggak pernah punya kesempatan buat mikirin passion, mereka cuma tahu: kerja, bayar sekolah anak, cicil rumah, dan jaga dapur tetap ngebul. Dari situ aku belajar kalau rasa tanggung jawab bisa jadi sumber motivasi yang nggak kalah kuat dari passion.
Sekarang soal "engaged" artinya apa sih dalam kerja? Di dunia kerja, "engaged" itu artinya kita beneran terlibat secara emosional dan mental sama pekerjaan. Bukan sekadar absen, kerja, pulang. Orang yang engaged biasanya:
- Ngerasa kerjaannya ada makna
- Mau ngasih effort lebih tanpa disuruh
- Ngerasa bagian dari sesuatu yang lebih besar
Tapi wajar banget kalau kita nggak selalu merasa engaged tiap hari. Ada hari-hari di mana kerja terasa hambar dan ngebosenin. Di titik ini, aku mulai nyari cara biar bisa lebih engaged tanpa harus nunggu kerjaan ideal datang sendiri.
Beberapa hal yang aku coba:
1. Nemuin "makna kecil" di kerjaan
Aku tanya ke diri sendiri: siapa yang kebantu kalau tugas ini selesai? Klien? Tim? Keluarga? Pas aku ingat kalau gaji dari kerjaan ini dipake bantu orang tua, otomatis rasa tanggung jawab bikin aku lebih niat.
2. Upgrade skill pelan-pelan
Walaupun kerjaan sekarang bukan passion, aku cari skill yang bisa dipakai buat loncat ke kerjaan yang lebih aku suka nanti. Misalnya latihan komunikasi, ngatur waktu, sampai belajar dikit-dikit soal keuangan biar kerja keras demi keluarga juga diiringi pengelolaan uang yang bener.
3. Bikin batas antara kerja dan hidup pribadi
Salah satu alasan orang gampang benci kerja adalah karena hidupnya cuma kerja. Aku mulai bikin aturan: jam segini sampai segini buat kerja, habis itu fokus ke diri sendiri dan keluarga. Di luar jam kerja, aku pakai waktu buat explore hal yang bikin aku semangat, kayak hobi, ngonten, atau belajar hal baru.
4. Ngobrol jujur sama diri sendiri soal ekspektasi
Dulu aku kira kerja itu harus selalu bikin happy. Sekarang aku lebih realistis: kerja itu kombinasi capek, tanggung jawab, rasa syukur, dan sedikit-sedikit kebahagiaan. Dan itu normal.
Kalau kamu lagi di fase galau antara ikutin passion atau kerja keras demi keluarga, nggak apa-apa kok kalau sekarang prioritasmu adalah tanggung jawab dulu. Sambil jalan, kamu masih bisa pelan-pelan nyari apa yang bikin kamu hidup berasa lebih "engaged". Passion nggak selalu datang dalam bentuk pekerjaan, kadang dia muncul dari cara kamu memberi makna ke hal-hal yang sudah kamu kerjakan setiap hari.