... Baca selengkapnyaDalam perjalanan saya menghadapi dunia kerja, saya seringkali mendapati kebingungan antara mengikuti passion dan menjalankan tanggung jawab. Banyak yang beranggapan bahwa jika kita mengikuti passion, pekerjaan terasa menyenangkan hingga tidak terasa seperti kerja. Namun, realitasnya tidak selalu demikian.
Sebagai contoh, orang tua kita dulu banyak yang bekerja bukan karena passion, tapi karena tanggung jawab untuk keluarga. Hal ini membangun fondasi kehidupan yang kuat. Saya pribadi merasakan bahwa menjalankan tanggung jawab terlebih dahulu membuka kesempatan bagi passion untuk tumbuh secara alami.
Survei Gallup juga mengungkapkan bahwa 85% pekerja dunia merasa tidak engaged alias tidak sepenuhnya terlibat dalam pekerjaannya. Ini mengindikasikan bahwa passion saja tidak cukup jika tanpa tanggung jawab yang diemban dengan serius.
Dalam gambar ilustrasi yang saya lihat, ada pesan kuat bahwa mengikuti passion tanpa memperhatikan tanggung jawab bisa jadi dangkal dan menyesatkan. Bahkan, ada gambaran generasi milenial dan Gen Z yang memilih menganggur karena takut tidak bahagia di pekerjaan yang tidak berdasarkan passion. Padahal, kebahagiaan dalam bekerja juga bisa didapatkan dengan menemukan keseimbangan antara passion dan tanggung jawab.
Saya menyarankan agar kamu tidak menunggu passion datang tiba-tiba. Mulailah jalani tanggung jawab yang ada dengan sepenuh hati. Dari situ, passion biasanya akan tumbuh seiring waktu, bahkan bisa saja timbul dari kesempatan yang kamu jalani dengan penuh dedikasi. Jangan lupa, dalam bekerja juga ada aspek finansial dan tanggung jawab sosial yang harus diperhatikan.
Sebagai penutup, kunci sukses bukan semata-mata mengikuti passion, melainkan bagaimana kamu memadukan passion dengan tanggung jawab secara harmonis untuk mencapai keseimbangan hidup dan karier yang bermakna.