Novel Fizzo
Ini yang namanya "formula aman" penulis. Memang sering banget terjadi di platform seperti Fizzo, di mana seorang penulis menemukan satu resep yang laku (misalnya: bungsu terabaikan + anak angkat/pungut yang dominan), lalu resep itu dipakai terus-menerus di semua judulnya.
Kalau kamu perhatikan, pola penulis Fizzo ini memang kerasa banget "copy-paste"-nya:
Si Bungsu yang Terbuang: Tokoh utamanya (kayak Kafa) selalu dibuat menderita, kurang kasih sayang, atau dibanding-bandingkan sama saudara kandung sendiri.
Kehadiran "Penyelamat" dari Luar: Muncul karakter anak angkat atau orang asing (kayak Kara) yang justru lebih perhatian daripada keluarga kandung.
Plot Twist yang Itu-itu Saja: Biasanya nanti keluarga kandung baru menyesal di akhir, tapi sepanjang 200 episode isinya cuma adegan pengabaian yang diulang-ulang.
Wajar kalau kamu bosen. Pas baca judul baru, harapannya ada konflik segar, eh ternyata cuma "ganti baju" doang. Karakter namanya beda, tapi nasib dan penderitaannya sama persis. Apalagi kalau sudah sampai 200 episode lebih dan isinya cuma muter di situ-situ saja, rasanya kayak baca bab yang sama berkali-kali.
Penulis kayak gini biasanya takut keluar dari zona nyaman karena pembaca di sana memang banyak yang suka tema angst (sesak) kayak gitu. Tapi buat pembaca kritis kayak kamu yang sudah ngikutin dari Season 1, repetisi ini jadi kerasa hambar.
Daripada nungguin update yang isinya cuma "Kara lagi, Kara lagi" atau alur yang itu-itu saja.
Gak ada anak angkat: Fokus murni ke Kafa dan saudara kandungnya.
Kafa gak lembek: Dia gak perlu nunggu dikasihani, tapi punya cara sendiri buat bikin keluarganya sadar tanpa harus ada "pahlawan" dari luar.
























