... Baca selengkapnyaSetiap 17 Agustus, tumpengan di Jawa Barat itu menurutku bukan cuma soal makanan, tapi lebih ke rasa kebersamaan antar warga yang berkumpul bersama. Di cluster aku, tiap gang bawa tumpeng masing-masing, dan momen nyusun, menghias, sampai gotong royong di dapur itu yang bikin suasananya hangat banget. Dari ibu-ibu yang sibuk motong sayur, bapak-bapak bantu angkat meja, sampai anak-anak yang kebagian tugas pasang bendera kecil di tumpeng.
Konsep tumpeng 17 Agustus biasanya identik dengan warna kuning dan hiasan merah putih. Di tumpeng kita kemarin, aku sengaja kasih hiasan angka "80" buat menandai tahun kemerdekaan, plus tulisan "Selamat Hari Kemerdekaan" biar vibes karnavalnya berasa. Hiasan angka di tumpeng ini sekarang lagi sering dipakai, entah itu angka ulang tahun atau angka peringatan, karena bikin tumpeng kelihatan lebih niat dan fotogenik.
Soal isi tumpeng, aku lebih suka yang kayak tumpeng sayur karnaval: komplit tapi tetap ada sayuran biar nggak melulu gorengan. Di sekeliling nasi kuning kerucut, aku susun mie goreng, ayam goreng, urap sayur, telur, tempe orek, dan lalapan. Kunci biar kelihatan rapi itu di penataan: pisahkan lauk kering dan lauk basah, pakai daun pisang sebagai alas, dan atur warna lauk supaya nggak numpuk di satu sisi saja.
Untuk bendera tumpeng, aku pakai bendera merah putih mini dan tusuk-tusuk di beberapa sisi atas tumpeng. Selain itu, aku bikin semacam spanduk kecil bertulisan "Selamat Hari Kemerdekaan" yang ditancapkan dengan tusuk sate, jadi tumpeng berasa kayak mini panggung karnaval. Hal-hal kecil begini yang sering jadi penilaian juri kalau ikut lomba tumpeng hias juara 1, karena mereka lihat kerapihan, kreativitas, dan tema.
Walaupun kita nggak ikut lomba menghias nasi goreng, konsep penilaian lomba-lomba 17 Agustusan itu mirip: rasa, kebersihan, kerapihan, dan kekompakan tim. Justru poin kekompakan warga ini yang paling kerasa. Dari proses belanja bareng di pasar, masak rame-rame di dapur modern salah satu rumah, sampai duduk mengelilingi tumpeng saat doa bersama, semuanya menunjukkan rasa saling peduli dan guyub.
Aku pribadi nggak pernah bikin tumpeng sesajen, tapi beberapa tetangga yang masih pegang tradisi suka jelasin kalau tumpeng itu memang dari dulu melambangkan rasa syukur. Di momen 17 Agustus, maknanya kerasa banget: bentuk kerucut mengarah ke atas sebagai simbol harapan, nasi dan lauk pauk sebagai rezeki yang dibagi-bagi ke semua warga tanpa pandang siapa. Jadi tiap kali motong pucuk tumpeng, aku selalu keinget kalau kebersamaan seperti ini yang harus dijaga.
Kalau kamu lagi cari inspirasi tumpeng hias juara 1 untuk 17 Agustus, menurutku nggak perlu selalu mewah. Fokus saja ke tema (angka tahun kemerdekaan, bendera, tulisan selamat), kombinasi warna, dan yang paling penting: ajak warga satu gang terlibat. Tumpengan di Jawa Barat atau di mana pun akan terasa spesial kalau semua orang merasa punya andil, dari yang masak sampai yang cuma bantu foto-fotoin hasil akhirnya.