iga sapi sambal geprek✨
Bosan dengan ayam geprek yang itu-itu saja? Cobain deh sensasi mewah Iga Sapi Sambal Geprek. Iga yang empuk dan gurih dipadukan dengan pedas segarnya sambal korek yang disiram minyak panas. Siap-siap nambah nasi terus! 🍚🔥
🛒 Bahan-Bahan
Bahan Utama:
500g Iga Sapi (pilih yang banyak dagingnya)
2 lembar Daun Salam & 1 batang Serai (untuk rebusan)
Air secukupnya untuk mempresto/merebus
Bumbu Ungkep (Haluskan):
5 siung Bawang Putih
1 ruas Jahe & 1 ruas Kunyit
1 sdt Ketumbar bubuk
Garam, merica, dan kaldu sapi secukupnya
Bahan Sambal Geprek:
15-20 buah Cabai Rawit Merah (sesuaikan nyali!)
4 siung Bawang Putih
Secukupnya Garam & Gula
3-4 sdm Minyak Goreng Panas (bekas menggoreng iga lebih sedap)
👨🍳 Cara Membuat
Empukkan Iga: Rebus atau presto iga sapi bersama daun salam, serai, dan bumbu halus hingga daging benar-benar empuk (sekitar 30-45 menit jika dipresto). Tiriskan.
Goreng/Bakar: Goreng sebentar iga yang sudah diungkep dalam minyak panas hingga kecokelatan (jangan terlalu lama agar tidak keras). Anda juga bisa membakarnya untuk aroma smoky.
Bikin Sambal: Ulek kasar cabai rawit merah, bawang putih, garam, dan gula. Tidak perlu sampai halus agar teksturnya terasa.
Siram Minyak: Panaskan minyak goreng, lalu siramkan langsung ke atas sambal. Aduk rata.
Penyajian: Tata iga di atas piring (atau cobek), siram dengan sambal geprek di atasnya. Beri garnish timun dan tomat segar.
📌Tips: Biar dagingnya makin meresap, biarkan iga terendam dalam air rebusan bumbu selama 15 menit setelah api dimatikan sebelum digoreng.
#ResepHariIni #NyataDanBermanfaat #NgurusRumah #risingstarramadhan #igasapi
Waktu pertama kali bikin iga sapi sambal geprek ini, aku juga sempat bingung gimana caranya biar dagingnya empuk tapi tetap juicy, bukan keras atau alot. Setelah beberapa kali coba, akhirnya ketemu cara yang menurutku paling aman buat pemula tapi hasilnya tetap pedasnya nampol dan dagingnya benar-benar protol dari tulang. Biasanya aku pilih iga sapi yang ada sedikit lemaknya, karena justru itu yang bikin rasa gurih makin keluar. Kalau takut bau prengus, aku suka lumuri dulu dengan jeruk nipis dan garam, diamkan sekitar 10–15 menit, baru dibilas lalu lanjut direbus atau dipresto. Cara ini cukup membantu mengurangi bau dan bikin rasa sapinya lebih enak. Untuk tingkat pedas, sambal geprek ini fleksibel banget. Kalau buat makan bareng keluarga, aku sering campur cabai rawit merah dan hijau supaya warnanya cantik, tapi kalau lagi pengin ekstra pedas, aku fokus pakai rawit merah saja. Pernah juga kucoba tambahin sedikit cabai keriting supaya sambalnya lebih banyak tanpa bikin pedasnya langsung nyelekit berlebihan. Hal penting lainnya adalah pemakaian minyak panas. Aku biasanya pakai minyak bekas menggoreng iga, karena sisa bumbunya ikut kebawa ke sambal dan rasanya jadi lebih dalam. Minyak harus benar-benar panas waktu disiram ke ulekan cabai dan bawang putih, jadi aromanya langsung naik dan sambalnya terlihat berkilau menggoda. Kalau mau sensasi ala warung tenda, iga sapi pedas ini enak banget disajikan di atas daun pisang, sama seperti di gambar: ada timun dan tomat segar di pinggir, sambal merah menutupi iga, kelihatan benar-benar pedasnya nampol. Biasanya aku padukan dengan nasi putih hangat, kadang juga tambah lalapan kol, kemangi, dan tempe goreng biar makin lengkap. Buat yang tidak punya presto, merebus biasa juga bisa, cuma waktunya lebih lama. Triknya, rebus dengan api kecil dan jangan lupa buang buih-buih kotoran di permukaan air rebusan. Setelah daging empuk, baru deh digoreng sebentar atau dibakar supaya ada tekstur kering di luar tapi dalamnya tetap lembut. Menu sapi geprek model begini menurutku cocok banget buat sajian saat kumpul keluarga atau buka puasa, karena tampilannya mewah tapi prosesnya masih masuk akal untuk masak di rumah. Tinggal siapin nasi yang banyak, karena jujur saja, setiap bikin iga sapi sambal geprek ini, pasti nambah terus sampai kekenyangan.
