diambil dari Al-Qur'an, Surah Al-Isra' ayat 27, yang artinya "Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara-saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya". Ungkapan ini bermakna bahwa orang yang gemar berbuat mubazir atau boros menyerupai setan dalam hal perilaku mereka.
Dalil dari Al-Qur'an: Frasa ini berasal dari Surah Al-Isra' ayat 27, yang menyatakan bahwa orang-orang yang boros adalah saudara-saudara setan.
... Baca selengkapnyaWaktu pertama kali dengar ayat, "Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara-saudara setan" dari Surah Al-Isra ayat 27, aku sempat mikir: emang separah itu ya boros? Tapi makin ke sini, aku baru kerasa kalau sifat mubazir pelan-pelan bisa ngerusak banyak hal, bukan cuma dompet tapi juga hati.
Kalimat "mubazir temannya setan" sering kita dengar, tapi kadang cuma jadi slogan. Padahal, ayat ini bener-bener nunjukkin kalau perilaku berlebihan itu bersaudara dengan setan. Bukan cuma boros uang, tapi juga berlebihan dalam makanan, belanja, bahkan pamer gaya hidup. Misalnya, nongkrong di kafe modern, interiornya cakep, kursi merah, dekor balon warna-warni, tapi tiap hari jajan di sana padahal lagi nggak urgent, ujung-ujungnya numpuk bon dan nyesel sendiri.
Kalau dilihat dari sisi keuangan, boros itu bikin kita susah bedain antara kebutuhan dan keinginan. Dulu aku sering belanja online cuma karena lagi diskon, bukan karena butuh. Di momen itu aku ngerasa banget makna ayat Surah Al-Isra 27: Allah nggak suka hamba-Nya mubazir, dan sifat boros ini mirip banget sama cara setan menggoda manusia: pelan-pelan, halus, tapi bikin keterusan.
Selain dalil dari Al-Qur'an, ada juga hadits yang mengingatkan kita buat nggak berlebih-lebihan. Intinya, Islam itu suka yang tengah-tengah, nggak pelit tapi juga nggak foya-foya. Dari sini aku coba praktekin beberapa hal kecil:
1. Bikin catatan uang harian. Hashtag #catatanuang itu relate banget, karena dengan nulis pengeluaran, aku jadi sadar seberapa sering uang habis buat hal nggak penting.
2. Kasih jeda sebelum beli. Kalau pengen sesuatu, aku tahan minimal 1–3 hari. Kalau setelah itu masih ngerasa butuh, baru dipertimbangkan lagi.
3. Kurangi nongkrong berlebihan. Nongkrong di kafe nggak salah, tapi kalau tiap hari ya jadinya mubazir. Aku mulai batasi, misalnya cuma seminggu sekali.
4. Ingat tujuan hidup. Waktu lagi pengen boros, aku suka ingat lagi ayat ini: "perilaku berlebihan itu bersaudara dengan setan". Lumayan bikin ngerem.
Menurutku, makna "boros itu temennya setan" bukan untuk nakut-nakutin, tapi supaya kita sadar diri. Dengan ngerti dalil dari Al-Qur'an dan hadits tentang mubazir, kita jadi punya alasan kuat buat lebih bijak pakai rezeki. Pelan-pelan aja, yang penting ada niat berubah dan terus belajar supaya nggak kebawa arus hidup yang serba konsumtif.