2025/11/18 Diedit ke

... Baca selengkapnyaSetiap kali menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan di Bali, suasananya selalu bikin merinding haru. Buat yang mungkin belum terlalu paham, galungan adalah hari raya besar umat Hindu Bali yang melambangkan kemenangan dharma (kebaikan) melawan adharma (kejahatan). Beberapa hari sebelum Galungan, suasana desa sudah ramai: orang-orang mulai membuat penjor, menyiapkan banten (sesajen), dan membersihkan rumah serta pura. Yang paling ikonik dari perayaan di Bali saat Galungan dan Kuningan tentu saja penjor Bali. Penjor adalah bambu tinggi yang dihias janur, hasil bumi, dan simbol-simbol lainnya, dipasang di depan rumah. Dari pengalamanku, pas hari pemasangan penjor itu rasanya magis banget; sepanjang jalan seperti terowongan bambu yang melengkung cantik. Selain sebagai hiasan, penjor juga punya makna filosofis, salah satunya sebagai simbol kemakmuran dan rasa syukur kepada Ida Sang Hyang Widhi. Upacara Galungan di Bali biasanya dimulai beberapa hari sebelumnya, seperti hari Penyekeban, Penyajaan, dan Penampahan. Di Penampahan Galungan, keluarga biasanya sibuk menyiapkan makanan untuk banten dan sajian keluarga. Pagi saat Galungan, kami berangkat sembahyang ke merajan (sanggah keluarga) dulu, lalu lanjut ke pura-pura di sekitar desa. Suara kidung, bau dupa, dan warna-warni kain adat membuat suasana sangat sakral tapi juga hangat. Makna Hari Raya Galungan dan Kuningan buatku pribadi bukan cuma soal tradisi, tapi juga momen untuk refleksi diri. Rasanya seperti diingatkan lagi untuk menyeimbangkan hidup, melawan sifat malas, egois, dan hal-hal negatif dalam diri. Banyak tetua di desa bilang, Galungan itu waktunya menegakkan dharma dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya saat di pura. Sekitar sepuluh hari setelah Galungan, datanglah Hari Raya Kuningan Bali. Acara Kuningan di Bali suasananya lebih singkat, tapi tetap khusyuk. Biasanya kami membuat banten khusus Kuningan yang punya ciri daun-daunan kecil kuning dan perlengkapan lain yang melambangkan kemakmuran dan rasa terima kasih. Di hari Kuningan, dipercaya para leluhur yang "datang" saat Galungan akan kembali ke alamnya, jadi nuansanya lebih ke pamit dan mengucap terima kasih. Kalau kamu lagi liburan dan kebetulan pas tanggal Galungan dan Kuningan, kamu akan lihat langsung bagaimana perayaan di Bali ini benar-benar mengubah suasana pulau. Jalanan penuh penjor, orang pakai pakaian adat, dan banyak upacara di pura. Menurutku, menghargai dan memahami makna Galungan dan Kuningan adalah cara terbaik menikmati Bali, bukan sekadar foto-foto. Dengan tahu sedikit tentang filosofinya, setiap penjor dan upacara yang kamu lihat jadi terasa lebih hidup maknanya.