Anak ku setiap ketemu orang ada aja tingkah nya yg buat orang mengira ngira wkwkw ngira ngantuk sakit dll padahal karna gasuka di deketi orang baru dan apalagi dtg dtg langsung nyium auto ngereog dia😂
Menghadapi tingkah laku anak yang berbeda saat bertemu orang baru memang kadang membuat orang dewasa sekitar salah paham. Seperti yang saya alami, anak saya sering mendapat julukan "ngantuk" atau "sakit" hanya karena ia tidak suka didekati oleh orang asing dan biasanya langsung memberikan tanda "menolak" lewat tingkah lucunya, seperti mencium dan langsung menggerogoti orang tersebut. Dari pengalaman saya, seringkali orang-orang menilai anak berdasarkan ekspresi atau reaksinya yang terlihat sepintas saja, padahal sebenarnya anak sedang mengekspresikan perasaan tidak nyaman atau hanya butuh waktu untuk menyesuaikan diri. Anak yang baru berinteraksi dengan orang yang belum dikenalnya, wajar bila merasa was-was atau ingin menjaga jarak sebagai bentuk perlindungan diri. Hal ini penting untuk dipahami oleh para orang tua maupun orang dewasa lain yang berinteraksi dengan anak agar tidak cepat menyimpulkan anak sedang kurang sehat atau bosan hanya karena tingkahnya yang berbeda. Memberikan waktu dan ruang untuk anak beradaptasi secara bertahap bisa membuatnya lebih nyaman dan mengurangi kesalahpahaman yang kadang mengarah pada komentar negatif, seperti "masakannya tidak enak" atau "anaknya tidak doyan" yang sebenarnya kurang tepat dikaitkan dengan tingkah laku anak. Saya juga menemukan bahwa membiarkan anak melakukan kontak fisik yang ia inginkan, misalnya mencium atau menyentuh dengan caranya sendiri, justru membuatnya lebih tenang dan merasa aman. Jadi, daripada menilai anak berdasarkan ekspresi singkat, cobalah untuk lebih mengenal dan memahami alasan di balik tingkah laku mereka, karena setiap anak unik dan membutuhkan pendekatan yang berbeda.
























































