Kali ini aku mau share #PengalamanKu tanam sayur kale. Maaf kalau kurang detail ya, karena kadang kalau aku lagi berkebun jarang sekali bawa HP untuk mengabadikan momentnya. Tapi semoga itu bisa sedikit membantu Teman-teman yang mau mencoba menanam sayur Kale dirumah.
Ohh iya jangan kira kalau aku menanam pasti selalu berhasil ya. Karena itu salah sekali. Akupun masih sering kali gagal dalam menanam, cuma ngga aku share aja kegagalanku.
Kalau teman-teman pernah gagal dalam menanam, jangan menyerah ya. Karena biasanya dari kegagalan itulah kita bisa belajar dari kesalahan, supaya di percobaan tanam berikutnya kita bisa memperbaikinya.
... Baca selengkapnyaWaktu pertama kali coba menanam sayur kale di rumah, aku juga sama bingungnya: mulai dari mana, pakai media tanam apa, sampai seberapa sering disiram. Setelah beberapa kali coba (dan beberapa kali gagal), akhirnya ketemu cara yang lumayan cocok buat aku.
Pertama soal benih kale. Dari pengalamanku, benih kale itu kecil banget, jadi pas disemai jangan ditabur terlalu banyak dalam satu pot. Dulu aku pernah tabur kebanyakan, hasilnya bibitnya jadi berdesakan dan tumbuhnya kurang maksimal. Sekarang aku lebih suka pakai pot kecil atau tray semai, isi 3–5 benih saja per lubang, jadi masing-masing punya ruang buat tumbuh.
Media tanam yang kupakai biasanya campuran tanah gembur, kompos, dan sedikit sekam bakar. Kalau tanahnya terlalu padat, akar kale jadi susah berkembang dan tanaman gampang kering. Jadi pastikan media tanamnya poros, bisa menyimpan air tapi tetap ada sirkulasi udara di akar.
Untuk penyiraman, waktu masih bibit aku siram tipis-tipis saja tapi rutin, supaya media tetap lembap tapi tidak becek. Kalau terlalu basah, bibit kale bisa rebah dan busuk. Biasanya aku pakai sprayer supaya airnya halus, jadi bibitnya nggak patah atau ambruk.
Bagian paling penting menurutku adalah saat memindahkan bibit kale ke pot yang lebih besar atau ke tanah. Dari beberapa kali coba, yang paling berhasil itu kalau aku angkat bibit beserta tanah di sekeliling akarnya. Jadi bukan ditarik batangnya, tapi di cungkil pelan-pelan pakai sendok atau alat kecil. Tujuannya supaya akar tidak putus dan tanaman tidak stres setelah dipindah tanam.
Setelah pindah tanam, aku taruh dulu di tempat yang tidak terlalu panas selama 1–2 hari. Biasanya daun kale akan kelihatan agak layu di awal, tapi pelan-pelan nanti segar lagi kalau akarnya sudah mulai adaptasi. Setelah itu baru aku biasakan kena sinar matahari pagi sampai menjelang siang.
Untuk pemupukan, yang paling sering kupakai itu pupuk organik cair (POC). Aku biasa campur sesuai dosis di botol, lalu siram ke media tanam seminggu sekali. Sejak rutin pakai POC, tanaman kale jadi lebih hijau, daun keritingnya lebih tebal, dan pertumbuhannya kelihatan lebih cepat. Kalau mau lebih hemat, teman-teman bisa juga pakai POC buatan sendiri dari MOL atau air cucian beras yang dipermentasi.
Kalau soal hama, kale sayur ini kadang disukai ulat dan serangga kecil. Aku biasanya rajin cek bagian bawah daun. Kalau ada ulat, aku ambil manual pakai tangan. Kadang aku semprot juga pakai larutan bawang putih + sabun cair sedikit sebagai pestisida nabati.
Panen kale juga gampang. Aku lebih suka metik daun bagian luar dulu, jadi tanaman tetap tumbuh dan mengeluarkan daun baru di tengah. Dengan cara ini, satu tanaman kale bisa dipanen berkali-kali. Biasanya aku pakai daun kale untuk bikin jus dicampur nanas, atau ditumis cepat dengan bawang putih.
Jadi buat kamu yang masih ragu nanam kale karena takut gagal, coba aja dulu. Dari pengalaman gagal-gagal itulah aku belajar cara semai yang pas, cara pindah tanam yang lembut, sampai pola pupuk organik cair seminggu sekali. Lama-lama, melihat tanaman kale serimbun di halaman itu rasanya nagih dan bikin makin semangat berkebun di rumah.
aku pernah tanem baru tumbuh agak gedean... daunnya mati kak.. kayanya terlalu kena sinar matahari atau tanahnya yg kurang gembur... soalnya gak pernah aku pupuk🥺
aku pernah tanem baru tumbuh agak gedean... daunnya mati kak.. kayanya terlalu kena sinar matahari atau tanahnya yg kurang gembur... soalnya gak pernah aku pupuk🥺