Di #weekendseru kali ini kegiatanku yaitu membantu ibuku merajang bawang. Kali ini merajangnya pakai alat perajang bawang. Dan Alhamdulillah bisa cepat selesai. Hasil irisannya juga bagus tipis-tipis.
Ohh iya biasanya kalau mengiris bawang gini tuh kadang dimata terasa pedih gitu kan. Nah untuk mengurangi rasa pedihnya aku tadi pakai kacamata. Lumayan banget bisa bertahan tanpa meneteskan air mata. Ada yang sama kah disini kalau merajang/mengiris bawang merah gitu suka keluar air mata??
... Baca selengkapnyaJujur dulu aku kalau harus merajang atau pasah bawang merah itu suka males duluan, soalnya selain lama, mata juga langsung perih dan berair. Biasanya aku pakai pisau biasa di talenan, jadinya irisannya suka nggak rata, ada yang tebal ada yang tipis. Sejak cobain alat perajang bawang merah dari kayu ini, kerasa banget bedanya di waktu dan hasil irisannya.
Langkah pakainya simpel banget. Pertama, bawang merah cuma aku kupas kulit luarnya, cuci bersih, lalu potong sedikit ujungnya. Setelah itu bawang dimasukkan ke dalam wadah alat perajang, cukup setengah tinggi wadah seperti instruksi di alat: "Pertama masukin bawang merah ke dalam wadah, cukup setengahnya aja". Jangan penuh ya, kalau terlalu penuh nanti agak berat digerakkan dan hasil irisannya kurang rapi.
Kedua, pasang penutup kayunya sampai rapat, pastikan posisinya pas dengan rel di alat, sesuai tulisan di gambarnya: "Kedua pasang penutupnya". Ini penting supaya waktu digerakkan maju mundur, bawangnya nggak mental ke mana-mana dan tetap ada di jalur pisau perajang.
Ketiga, mulai gerakkan penutupnya ke depan dan ke belakang dengan sedikit ditekan, seperti petunjuk: "Ketiga gerakkan ke depan ke belakang, dengan sedikit ditekan". Di tahap ini kerasa banget praktisnya, karena kita tinggal menggerakkan tangan saja, nggak perlu fokus ngarahin pisau satu-satu. Dalam beberapa kali gerakan, bawang merah sudah berubah jadi irisan tipis yang rapi.
Yang aku suka, hasilnya benar-benar tipis dan seragam, persis seperti tulisan di fotonya: "Ini dia hasil irisan bawang merahnya". Irisan tipis seperti ini enak banget kalau dipakai untuk bawang goreng, tumisan, atau sambal karena cepat matang dan bumbunya lebih meresap.
Buat yang sering pasah bawang merah banyak sekaligus, misalnya mau stok bawang goreng untuk seminggu, alat perajang bawang merah dari kayu ini membantu banget. Tangan nggak cepat pegal, meja dapur lebih bersih, dan waktu masak jadi lebih efisien.
Untuk masalah mata perih, aku pribadi terbantu dengan trik sederhana: pakai kacamata. Nggak harus kacamata khusus, kacamata minus biasa pun lumayan mengurangi uap bawang yang kena mata. Selain itu, aku juga suka merajang bawang di dekat jendela supaya sirkulasi udaranya bagus.
Kalau teman-teman baru pertama kali pakai alat seperti ini, tips dariku: mulai dengan tekanan yang pelan dulu, supaya bisa dapat rasa gerakannya. Jangan lupa jaga kebersihan alat, setiap selesai dipakai langsung bilas bagian yang kena bawang agar pisau tetap tajam dan kayunya nggak bau menyengat.
Menurutku, punya alat perajang khusus untuk merajang atau pasah bawang merah itu termasuk investasi kecil yang bikin aktivitas di dapur lebih menyenangkan. Apalagi kalau sering masak untuk keluarga besar, alat begini bisa jadi penyelamat waktu dan tenaga.
iya kak bener banget pakai alat itu cepet selesainya👍