NYANYIAN TENGAH MALAM

NYANYIAN TENGAH MALAM

pengarang : Ken Ning

Bersama Ayah, aku baru saja menempati rumah ini. Sebuah rumah tua, rumah jadul, diperkirakan dibangun sekitar tahun lima puluhan. Bangunannya sangat luas. Ayah membelinya dengan harga yang sangat murah, mungkin karena lokasinya yang berada di pedalaman kampung. Lantainya masih menggunakan ubin antik berwarna kusam yang belum pernah diganti. Aneh rasanya, udaranya selalu terasa dingin menyusup ke tulang meskipun matahari sedang terik membakar bumi, persis seolah ada pendingin ruangan alami yang tersembunyi di sana.

Jujur saja, aku sama sekali tidak menyukainya. Tampak begitu seram, suram, seakan-akan aku baru saja melangkah masuk ke dalam dunia masa penjajahan tempo dulu.

Aku berjalan menuju ruangan yang dikatakan Ayah sebagai kamarku. Ruangan itu cukup besar, dengan jendela model kuno yang dilindungi jeruji besi melintang.

Ih…, gerutuku dalam hati, rasa kesal perlahan bercampur ngeri.

Aku duduk di tepi tempat tidur kayu yang sudah ada di sana, kasur tipisnya masih terasa lembap.

“Ayah…,” panggilku.

Suara Ayah menyahut dari arah lorong luar. “Ya? Ada apa?”

“Kapan tempat tidurku diganti?”

“Barang-barang baru akan datang besok sore,” jawabnya tenang.

“Aku takut… tempat ini persis seperti dalam film Suzana,” keluhku pelan.

Ayah hanya tertawa kecil. “Jangan berlebihan. Rumah tua memang begini. Lama tak berpenghuni, jadi terasa asing saja. Nanti juga terbiasa.”

Aku menghela napas panjang, tak berani membantah lagi. Keadaan ekonomi keluarga kami yang saat ini sedang sulit memaksaku ikut menerima keputusan Ayah. Malam pertama pun dimulai. Aku memeluk guling erat-erat, mataku tak kunjung terpejam. Bayangan sudut gelap, bayang-bayang di balik lemari tua, membuat jantungku berdegup tak tenang.

Tepat saat jarum jam dinding berdentang dua belas kali, suasana berubah drastis. Angin berhembus kencang menembus celah jendela, membuat daun pintu berderit perlahan. Lalu… terdengar suara itu.

Lirih di awal, seolah terbawa angin, namun perlahan terdengar semakin jelas. Sebuah suara wanita menyanyikan nada yang tak pernah kusinggung sebelumnya. Lembut, namun menyimpan kesedihan yang tak bertepi. Sayup… Sayup… Sampai

“Di sini sepi… tak ada yang tahu

Berapa lama kutunggu…

Di balik jeruji besi ini

Menanti janji yang tak pernah kembali…”

Samar kudengar saaaaaaaangat samar namun nada-nadanya jelas aku dengar.

Bulu kudukku serentak berdiri. Aku menarik selimut hingga menutupi seluruh wajah. Suara itu terdengar sangat dekat, seolah ia berdiri tepat di samping ranjangku. Namun saat aku memberanikan diri mengintip celah selimut, tak ada siapa-siapa. Ruangan tetap kosong, remang diterangi cahaya bulan yang menembus kaca.

“Kapan ayah akan mengganti lampunya, sih?” Gerutuku.

Nyanyian itu tak berhenti semalaman. Kadang menghilang sejenak, lalu muncul kembali dari arah yang berbeda. Kadang terdengar dari balik dinding, kadang seakan melayang dari bawah lantai. Sampai fajar menyingsing, barulah keheningan menyambut kembali.

Pagi harinya wajahku terasa berat dan pucat. Ayah yang sedang menyapu halaman terkejut melihatku.

“Kau kurang tidur?”

“Ayah… semalam ada yang bernyanyi,” kataku sambil menatap takut ke arah pintu kamar.

Ayah berhenti sejenak, lalu tersenyum ragu. “Mungkin hanya suara angin berdesir di sela-sela kayu. Atau radio tetangga yang lupa dimatikan.”

“Bukan, Yah! Itu suara manusia! Menyanyi dengan kata-kata yang sedih sekali!” bantahku tak terima. Suara angin masa seperti suara kuntilanak, gerutuku, kesal. Jelas itu kuntilanak nyanyi.

Ayah hanya mengusap kepalaku pelan. “Rumah ini dulunya milik seorang wanita. Konon ia tinggal sendirian di sini puluhan tahun yang lalu. Namun kisahnya sudah lama terkubur, jangan kau cari tahu lebih jauh.”

Ucapan Ayah justru menimbulkan rasa ingin tahuku semakin besar. Siang itu aku berkeliling rumah, menyentuh dinding-dinding yang penuh lukisan retak, melihat jejak usia di setiap sudutnya. Terdapat sebuah pintu kayu kecil di ujung lorong yang terkunci rapat. Saat aku bertanya kuncinya dimana, Ayah menjawab singkat bahwa kuncinya sudah hilang entah kemana sejak dulu.

Nah, Nah, Nah! Kan! Betul! Bekas tinggalnya seorang wanita. Jangan-jangan hantu wanita itu??

“Lalu wanita itu kemana?” Tanyaku mengerutkan kening sambil berlari sedikit menyusul ayah dari belakangnya.

“Mati!” Jawab ayah tegas dan dingin.

“Apa?”

“Apa? Apa yang apa?”

“Ayah tadi bilang?” Aku bertanya-tanya.

“Ayah gak bilang apa-apa,”

Langkahku terhenti mengikutinya. Jelas-jelas tadi ayah bilang, “Mati!”

Malam keduanya datang membawa hawa dingin yang lebih tajam dari sebelumnya. Dan seperti semalam, nyanyian itu kembali hadir. Kali ini nadanya berubah, terdengar mendesak, seolah memohon pertolongan.

“Kunci itu ada di bawah batu tertanam

Tempat bunga mawar dulu berwarna merah…

Mereka menutup pintu tanpa belas

Membiarkan aku mati di sini sendirian…”

Aku gemetar hebat. Kata-kata itu seakan ditujukan langsung kepadaku. Dengan sisa keberanian yang ada, aku melangkah perlahan menuju pintu kecil yang terkunci tadi. Semakin dekat, suara nyanyiannya semakin keras dan pilu.

Pagi berikutnya aku menyelinap keluar menuju kebun belakang. Mencari-cari bekas taman mawar yang mungkin dulu ada. Di sudut paling gelap, di bawah tumpukan semak kering, aku menemukan sebuah batu pipih yang berbeda warnanya dari tanah sekeliling. Dengan sebatang kayu aku menggali tanah di bawahnya.

Benar saja! Terdapat sebuah kunci besi tua yang berkarat, namun bentuknya masih utuh.

Sore itu aku menyembunyikan kunci itu di saku bajuku. Hati berperang, haruskah aku membukanya? Atau biarkan rahasia itu selamanya terkubur? Namun setiap kali teringat suara tangis dalam nyanyiannya, hatiku terasa perih. Seolah ada janji yang harus aku selesaikan.

“Jadi urusanku juga, kan? Dasar hantu sialan.”

Malam ketiga, hujan turun deras disertai guntur yang menggelegar. Tepat pukul dua belas malam, aku berdiri di depan pintu kecil itu. Kuncinya masuk dengan pas, berputar berbunyi “krak” panjang seolah rantai bebas akhirnya terlepas.

Pintu terbuka perlahan. Bau pengap dan debu berumur puluhan tahun menyambut indra penciumanku. Di sana, bukan ruangan lain, melainkan semacam gudang kecil tempat menyimpan benda-benda antik. Di sudut ruangan terdapat sebuah peti kayu besar. Di atas peti itu tergeletak selembar foto yang warnanya mulai memudar.

Seorang wanita muda cantik bermata sendu, mengenakan pakaian zaman dulu. Di balik foto itu tertulis tulisan tangan yang samar:

“Untuk siapa kelak mendengar nyanyianku… Tolong sampaikan, aku tidak bersalah.”

Tanganku gemetar hebat. Di samping foto terdapat lembaran surat yang rapuh. Kubaca pelan di bawah sorot cahaya lampu senter:

“Mereka menuduhku mencuri harta keluarga. Padahal aku hanya ingin menyelamatkan anak yatim yang mereka perlakukan kejam. Aku dikurung di sini sampai napasku habis, tanpa makanan, tanpa air. Harta yang sebenarnya disembunyikan justru oleh mereka yang berkuasa. Aku menanti puluhan tahun, menanti ada telinga yang sudi mendengar nyanyianku…”

Air mataku jatuh membasahi kertas itu. Ternyata selama ini tak ada hantu yang menakutkan. Hanya jiwa yang tertahan, yang rindu keadilan, yang rindu didengar.💰Harga:

Seketika hawa dingin di ruangan itu berubah menjadi hangat lembut. Nyanyiannya kembali terdengar, namun kali ini nada kesedihannya perlahan lenyap, berganti menjadi nada yang lega.

Ayah terbangun mendengar isak tangisku, lalu bergegas menghampiri. Ia terpaku melihat apa yang kutemukan. Wajahnya pucat pasi, baru kemudian ia mengakui kebenaran yang selama ini ia tutupi. Ia pun pernah mendengar kabar kelam ini, namun tak berani membuka sisi gelap sejarah rumah ini.

Mulai malam itu, tak lagi terdengar suara yang mengerikan. Tak ada bayang-bayang yang mengejutkan. Namun sesekali, saat kesunyian menyelimuti, masih samar kudengar nyanyian itu terbang perlahan menjauh, seakan mengucapkan terima kasih dan selamat tinggal.

Rumah tua itu kini tak lagi terasa menyeramkan. Ia berubah menjadi tempat yang menyimpan kisah berharga, mengajarkanku bahwa ketakutan kerap hadir hanya karena kita tak berani mengenal kebenaran.

Dan di jendela kamarku yang dulu kurasa mengerikan, kini aku sering berdiri menatap bulan. Menyadari bahwa antara masa lalu dan masa kini, selalu ada nyanyian yang menunggu untuk dimengerti, sebelum akhirnya tenang selamanya.

_Tamat_

8/8 Diedit ke

... Baca selengkapnyaPengalaman tinggal di rumah tua, apalagi yang menyimpan cerita misterius, memang bisa sangat memengaruhi perasaan dan pikiran kita sehari-hari. Dari cerita ini, saya ingin berbagi bagaimana rasa takut dan penasaran bisa menjadi campuran emosi yang menarik, bahkan ketika kita menghadapi hal-hal yang tidak masuk akal seperti suara nyanyian di malam hari. Saat pertama kali saya mendengar suara-suara aneh ketika tinggal di rumah lama, saya juga merasa takut dan bingung. Namun, seperti halnya dalam cerita "NYANYIAN TENGAH MALAM," kadang suara yang kita takutkan sebenarnya adalah bentuk penantian yang terlupakan, sebuah bentuk rindu atau keresahan jiwa yang ingin didengar dan dimengerti. Melalui pengalaman ini, saya belajar bahwa menghadapi ketakutan dengan mencari tahu kebenarannya bisa membantu meredakan rasa cemas. Dalam cerita itu, keberanian untuk membuka pintu yang terkunci dan membaca surat-surat tua adalah simbol bahwa kita harus berani menyingkap misteri masa lalu, meskipun terlihat menakutkan. Ini juga mengajarkan pentingnya menghormati sejarah dan kisah orang lain, terutama yang selama ini tersembunyi dan tak terungkap. Ketenangan akhirnya datang bukan dari menghindar, tetapi dari pengertian dan penyelesaian masalah yang sebenarnya. Saya juga merasa bahwa nyanyian wanita itu, yang awalnya menyayat hati dan penuh kesedihan, berubah menjadi lega setelah rahasia terungkap. Hal ini sejalan dengan banyak cerita legenda hantu di Indonesia yang merefleksikan bagaimana jiwa yang belum tenang karena ketidakadilan atau pengabaian bisa 'berbicara' melalui penampakan atau suara-suara misterius. Bagi pembaca yang mengalami gejala serupa di rumah lama atau bangunan bersejarah, saya sarankan mencoba pendekatan yang sama: mencari tahu sejarah dan kisah di balik tempat tersebut, dan jika memungkinkan, berbagi cerita atau meminta bantuan orang yang mengerti. Daripada membiarkan ketakutan menguasai, menelusuri asal mula kondisi itu bisa jadi cara tepat untuk menghadapi dan memahami fenomena supranatural tanpa harus merasa tertekan. Intinya, "NYANYIAN TENGAH MALAM" bukan hanya cerita horor biasa, tapi juga pengingat bahwa setiap tempat dan benda memiliki cerita, ada nyanyian masa lalu yang mungkin menunggu seseorang untuk akhirnya mendengar dan memahaminnya.

Posting terkait

Ilustrasi seorang wanita berambut panjang gelap dari belakang, mengenakan atasan terang dan rok pendek, dalam suasana gelap menyeramkan dengan cahaya merah. Teks "LAGU GABY MITOS/FAKTA" menonjol di tengah gambar.
Lagu yang bikin merinding tengah malam 👻👻
Pernah dengar lagu Gaby? Katanya… lagu ini diciptakan oleh seorang gadis bernama Gaby, yang menulisnya sebagai surat terakhir untuk kekasihnya sebelum ia meninggal dunia, cerita ini sempat viral th 2000 an dulu waktu masih ngekost penasaran pengin puter tapi ngga berani karena kosan bangunan Belan
Kopi, Doa dan Karya | tehccie7

Kopi, Doa dan Karya | tehccie7

182 suka

Mak seram nyahhh 😅
@YASMINZ @msliaaaa_ @
MINZ HERBAL

MINZ HERBAL

10 suka

🎪 WONDERFEST 4.0 📅 27-30 NOVEMBER 2025 📍MYDIN MITC MELAKA 🕛 11 PAGI - 12 TENGAH MALAM #wonderfest #wawaofficialhq @WONDERFEST @Thalita_Shuib
WAWA Global Sdn Bhd

WAWA Global Sdn Bhd

49 suka

Gambar muka depan artikel menunjukkan tajuk "Bikin Meremang!! 9 Lagu Buat Kita Rasa Seram Sejuk" dengan latar belakang gelap, rangka, dan kaset lama, melambangkan lagu-lagu seram.
Gambar hitam putih Tan Sri P. Ramlee tersenyum dalam pakaian tradisional, dengan lirik lagu "Seri Bunian" di bawahnya, seperti yang disebut dalam artikel.
Ilustrasi seorang lelaki dengan lirik lagu "Lingsir Wengi" dalam bahasa asal dan terjemahan Melayu, merujuk kepada lagu seram Indonesia yang dibincangkan.
Berani ke nak dengar sorang waktu malam?
Bila bercakap tentang lagu-lagu seram, apakah yang terlintas difikiran korang? #NakJujur la kan, lagu-lagu vibe seram memang kita dengar sekali lalu je, takdan la nak download buat ulang-ulang 😬 Biasanya, lagu-lagu yang seram akan membuatkan kita rasa meremang bulu roma bila kita terlalu menghay
Diari Suri rumah

Diari Suri rumah

332 suka

Ketakutan ARMY terjawab🥺 tapi seenggaknya Jungkook sempet live pamitan mau istirahat live dulu karena emg anaknya terlalu totalitas ya seminggu ini demi kancho😭🤏🏻 #JUNGKOOK #bts_official_bighit #JJK #tiktoktainment #BTSARMY
itsmichellezhu

itsmichellezhu

4 suka

Imej menunjukkan skrin telefon dengan tajuk 'Lagu vibes seram' dan thumbnail YouTube lagu 'Lelaki' oleh Yuna, dengan latar belakang jalan raya gelap pada waktu malam dan ikon kelawar.
Imej teks menceritakan perjalanan road trip, penggunaan Waze, dan cadangan rakan untuk mengambil jalan pintas, dengan ilustrasi kereta di atas.
Imej teks menerangkan kejadian lewat malam di mana lagu 'Lelaki' oleh Yuna dimainkan, menyebabkan rasa seram dan lagu ditukar, dengan imej Yuna di bawah.
Tanak Dah Dengar Lagu Ni Bila Malam 😭
Haluuu Lemonies 🍋 another day, another sharing ✨💛 Teringat masa on the way ke rumah kawan kat Perak haritu. Kami berempat, road trip gitchu! Plan nak pergi Cameron tp tumpang stay satu malam Kat rumah colleague. Sebab nya kami gerak dari Johor lebih kurang pukul 6 petang ye teman teman 🤣
Ifzuna

Ifzuna

172 suka

in 2023✨🥂
sedih, foto di storage sisa itu aja🥹 #fypシ #jogja #jogja24jam #jogjaistimewa #berandatiktok
pljyigik

pljyigik

0 suka

tengah malam
jadi gini cerita nya all poto hanya pemanis di samping rumah ku kan ada rumah besar rumah nya itu besar kosong ga ada yng nempati krena pwmilik nya lagi sakit nah waktu itu kan aku tengah malam abis pulang dari luar nah lewat kwrumh itu dong krena ya kan samping rumah ku..eh tiba tiba wusss ada ang
Wina Maya

Wina Maya

2 suka

POV : malam mingguan hajep pake lagu mandarin ✅️✅️
lagunya enak2 gesss 🫶🫶 MIMI Social House #livemusic #fypシ #fypシ゚viral
OCZ 🍁 | Foods & Hangout place

OCZ 🍁 | Foods & Hangout place

8 suka

Seorang wanita muda berhijab duduk tanpa alas kaki di dalam tenda teepee yang nyaman, dihiasi lampu tumblr hangat dan lilin. Ia tersenyum lembut sambil bermain gitar akustik di malam hari, dengan latar belakang bokeh sinematik.
Wanita muda berhijab duduk santai di tenda teepee bercahaya, bermain gitar akustik dengan ekspresi tenang. Lampu tumblr dan lilin menciptakan suasana romantis di malam hari, dengan bokeh lembut di latar belakang.
Potret malam seorang wanita muda berhijab yang duduk di tenda teepee berhias lampu dan lilin, bermain gitar akustik. Ia menatap kamera dengan senyum, menciptakan suasana dreamy dengan bokeh sinematik.
bermain gitar di malam hari
Editkan potret malam romantis di luar ruangan dari seorang wanita muda berhijab, ia duduk tanpa alas kaki di dalam tenda teepee yang nyaman dihiasi dengan lampu tumblr yang hangat, lilin lembut bersinar Rendah, ia bermain gitar akustik dengan tenang. mengenakan outfit sesuai refetensi gambar perta
PROMETHEA

PROMETHEA

15 suka

Kolase foto yang menampilkan sekelompok wanita berpose ceria di ruang karaoke, dengan layar karaoke di latar belakang. Terdapat tulisan 'Malam Karaoke Seru Bareng Sahabat Terbaik, Goodbye 2025!' di atasnya.
Malam Karaoke Seru Bareng Sahabat Terbaik, Goodbye
Goodbye 2025! Tahun ini bener-bener penuh dengan momen-momen indah, salah satunya malam karaoke seru ini bareng sahabat-sahabat terbaikku. Nyanyi sepuasnya sampe suara nyaris hilang, ketawa terbahak-bahak tanpa ada batas, dan kebersamaan yang bikin hati penuh damai. Mereka adalah wanita-wanita heba
Ayuni

Ayuni

4 suka

Imej menunjukkan seseorang sedang tidur di atas katil, diselimuti selimut berjalur. Sebuah telefon bimbit dengan tulisan 'Scars =' terletak berhampiran, melambangkan tema muzik sebagai peneman di malam yang sunyi dan penuh renungan.
Sahabat di Senyap Malam
Setiap malam, muzik menjadi sahabat setia. Dia menutup mata, dan membiarkan nada-nada itu menghapus sekejap segala sunyi dan sakit.
~FERN~

~FERN~

5 suka

Irau Malinau 2025 Tabolabale fulll Malinau malam minggu kita bergoyang@Silet Open Up @Jesiska Willius @SALAUIWAN @Ady Nalle @norlela67 @Emak_Pangeran @jayso_021 @Konco wiji 2 @MUA Kampung @MeiLaBoots @melaboots
sulorotan

sulorotan

2 suka

nyanyi yuuk... #karaoketime #kontenkaraoke #kontennyanyi #hiburan #nyanyiyuuk #uyaabdul
Uya Abdul🌻

Uya Abdul🌻

1 suka

Assalamualaikum selamat malam 😘 Memori indah 😁😜 #layan #laguviral #trendingsound #lagubest #trendingfyp
Mieza GT

Mieza GT

16 suka

Lihat lainnya