Banyak orang gagal bukan karena nggak punya skill, tapi karena nggak bisa nunjukin siapa dirinya ke dunia kerja.

Personal branding bukan cuma buat influencer — tapi buat siapapun yang pengin peluang kerja datang lebih mudah.

Mau mulai bangun personal brand kamu dari nol?

Komen “Persona” dan aku kirim akses belajarnya langsung ke DM.

2025/11/7 Diedit ke

... Baca selengkapnyaMembangun personal branding itu benar-benar soal bagaimana kita menunjukkan 'siapa kita' ke dunia, terutama saat melamar kerja. Dari pengalaman pribadi, saya sadar bahwa bukan hanya skill yang diandalkan, tapi bagaimana kita menyampaikan itu semua dengan cara yang menarik dan autentik. Saya mulai dengan menentukan kesan utama yang ingin ditampilkan, misalnya saya ingin dikenal sebagai orang yang kreatif dan komunikatif. Hal ini membantu saya untuk lebih fokus dalam memilih konten apa yang saya bagikan di media sosial dan LinkedIn. Kemudian, saya juga membereskan jejak digital saya; misalnya menghapus postingan lama yang kurang relevan dan memperbanyak konten yang menunjukkan keahlian saya. Salah satu trik yang efektif adalah menceritakan perjalanan, bukan hanya hasil akhir. Contohnya, saya bercerita tentang pekerjaan saya mulai dari proyek kecil di kampus sampai dipercaya handle brand lokal. Cerita tersebut membuat saya lebih mudah diingat dan menunjukkan proses belajar saya. Selain itu, saya aktif berbagi insight singkat melalui carousel di Instagram dan post LinkedIn. Ini membantu calon perekrut mengenal cara berpikir saya, bukan hanya sekadar hasil kerja. Yang paling penting, saya menjaga keaslian diri dan konsisten dalam mem-branding diri. Jangan mencoba jadi orang lain, tapi tunjukkan versi terbaik diri sendiri. Dengan pendekatan ini, saya merasa personal branding saya jadi lebih nyata dan dapat membuka lebih banyak peluang kerja.