Mottled skin (kulit berbintik atau bercorak kemerahan/kebiruan seperti jaring) pada bayi umumnya tidak berbahaya dan sering terjadi karena bayi kedinginan. Kondisi ini normal karena sistem pengatur suhu tubuh bayi belum sempurna. Bercak biasanya akan memudar dan hilang saat bayi dihangatkan.
Kapan Harus Waspada (Berbahaya)?
Mottled skin bisa menjadi tanda penyakit serius (seperti infeksi atau gangguan sirkulasi darah) jika disertai dengan tanda-tanda berikut:
- Bercak tidak hilang setelah bayi dihangatkan atau dipakaikan baju hangat.
- Bayi mengalami demam tinggi, lesu, atau sangat rewel.
- Disertai sesak napas atau perubahan warna kebiruan pada bibir dan lidah.
- Kulit terasa dingin atau lembap.
Cara Menangani di Rumah
- Hangatkan bayi: Segera selimuti bayi, kenakan pakaian berlapis, atau dekap di dada Anda (skin-to-skin).
- Cek suhu tubuh: Pastikan suhu ruangan nyaman dan tidak membuat bayi terlalu dingin.
Sebagai orangtua baru, saya pernah khawatir saat melihat bercak berbintik berwarna kebiruan muncul di kulit bayi saya. Awalnya saya tidak tahu penyebabnya dan takut itu tanda penyakit serius. Namun setelah banyak membaca dan berkonsultasi, saya paham bahwa kondisi ini disebut mottled skin, suatu pola bercak yang menyerupai jaring berwarna kemerahan, kebiruan, atau ungu. Pengalaman saya mengatakan, mottled skin pada bayi biasanya terjadi karena mereka kedinginan. Sistem pengatur suhu tubuh bayi yang belum sempurna membuat pembuluh darah kecil di kulit mereka mudah mengalami penyempitan dan pelebaran tidak merata, sehingga muncul pola bercak seperti ini. Yang membuat saya lega, bercak ini biasanya akan memudar seiring bayi dihangatkan dengan cara diselimuti, dipakaikan pakaian hangat berlapis, atau dilakukan kontak kulit ke kulit (skin-to-skin) dengan orangtua. Namun, saya juga belajar dari pengalaman dan sumber terpercaya bahwa mottled skin harus diwaspadai bila bercak tidak hilang saat bayi sudah dihangatkan atau disertai gejala lain seperti demam tinggi, bayi tampak sangat rewel atau lesu, sesak napas, bibir dan lidah berubah menjadi keabuan, bahkan kulit terasa dingin dan lembap. Jika itu terjadi, sebaiknya segera bawa bayi ke layanan kesehatan untuk pemeriksaan lebih lanjut karena bisa saja terkait infeksi serius atau gangguan sirkulasi darah. Dalam keseharian, saya juga rutin mengatur suhu ruangan agar tetap hangat dan nyaman sehingga bayi tidak mudah mengalami kedinginan. Selain itu, saya selalu memperhatikan tanda-tanda perubahan pada kulit dan kondisi bayi secara menyeluruh agar bisa mengambil tindakan cepat bila diperlukan. Dari pengalaman ini, saya menyarankan para orangtua untuk tidak panik saat melihat bercak ungu kebiruan pada kulit bayi, tapi tetap awasi dengan seksama. Menjaga bayi tetap hangat dan nyaman adalah kunci utama menangani mottled skin secara efektif di rumah. Semoga berbagi pengalaman ini dapat membantu orangtua lain mengerti kondisi ini dengan lebih baik dan menjaga kesehatan bayi tercinta.






























