Pengalamanku setelah menikah
#CurcolanHati 3 tahun yang lalu aku pernah takut untuk kejenjang yang lebih serius atau pernikahan, diawal-awal aku putus pacaran 3 tahun disitu aku trauma yang namanya mencari pasangan, dan sampai saat aku scrool media sosial seperti tiktok yang isinya semuanya tentang kehidupan masa depan tidak harus ada masa lalu yang menghantui
dari sekian banyak viti yang aku tonton akhirnya aku memutuskan untuk istikomah mendekatkan diri kepada Allah, Tiba-tiba tidak ada angin tidak ada hujan seminggu setelah aku scrool viti tentang keagamaan, keteguhan untuk menjalani hari tanpa melibatkan masa lalu, kawan sekolah waktu SMA nelpon buat kasih no kalau dia punya kawan cari pendamping hidup tanpa disadari udah kontakan di WA hampir 1 minggu juga, eh tiba-tiba dia nanya untuk kejenjang yang lebih serius tanpa ragu aku menjawab iya, dan ternyata Allah itu maha membolak-balikan hati manusia, dan dia pun datang ke rumah buat ngelamar, Dan alhamdulillah nya mulai dari lamaran sampai acara resepsi semua berjalan dengan lancar tanpa ada kendala apapun, MasyaAllah disitu aku terbaru bangat mana pas selesai lamaran hujan 2 hari gak berhenti tapi mau hari resepsi nya mulai pagi sampai malam nggak turun hujan. Dari situ aku yakin kalau hambanya meminta dengan sungguh-sungguh maka allah memberi yang lebih untuk hambanya, Dan sampai hari ini kami sudah dikaruniai seorang putri kecil yang tepatnya hari ini juga berusia 1 tahun 1 bulan. Rencana Allah memang tidak ada yang tau tapi ya itu pandai-pandai merayu dalam doa aja.
sekian dan terimakasih udah mau baca.
Menikah setelah melewati masa-masa sulit dan trauma memang bukan hal yang mudah, terutama ketika masa lalu yang menyakitkan ikut menghantui pikiran. Banyak orang yang merasa ragu dan takut untuk melangkah ke jenjang pernikahan karena pengalaman pahit di masa lalu. Namun, hal itu bukanlah akhir dari segalanya. Keyakinan dan usaha untuk mendekatkan diri kepada Tuhan menjadi fondasi kuat dalam menghadapi ketidakpastian. Dalam cerita ini, kita melihat bagaimana ikhtiar untuk istiqomah mendekatkan diri kepada Allah memberikan ketenangan hati dan membuka peluang baru. Mendadak datangnya kabar dari teman lama yang menawarkan pendamping hidup juga menjadi bukti bahwa terkadang rencana-Nya datang secara tak terduga. Ini mengingatkan bahwa setiap orang harus tetap membuka diri dan bersikap optimis sambil terus berdoa dan berserah diri. Selain itu, keberhasilan dari lamaran hingga acara resepsi yang lancar tanpa kendala juga menunjukkan pentingnya persiapan matang dan dukungan keluarga. Kejadian hujan lebat selama dua hari setelah lamaran yang lalu berhenti saat resepsi, dapat dipandang sebagai tanda berkah dan pengingat bahwa ridha Tuhan sangat berarti dalam perjalanan pernikahan. Menjalani hidup berumah tangga tentu membawa tantangan baru, namun memiliki anak sebagai anugerah menjadi sumber kebahagiaan yang tiada tara. Hal ini menjadi motivasi tambahan agar pasangan suami istri terus memperbaiki diri dan menjaga keharmonisan keluarga. Memahami bahwa rencana Allah adalah terbaik dan bijak dalam memohon dan merayu doa, menumbuhkan sikap sabar dan optimisme dalam menghadapi masa depan. Bagi pembaca yang sedang berjuang melewati masa lalu traumatik atau kebimbangan sebelum menikah, kisah ini memberikan inspirasi bahwa setiap orang berhak mendapatkan kesempatan kedua. Yakinkan diri dengan iman serta terus berdoa tanpa henti. Jangan takut membuka hati dan mempercayai proses, karena dengan ketekunan dan bantuan Tuhan, kebahagiaan sejati bisa diraih. Pengalaman pribadi seperti ini tidak hanya memperkaya wawasan tentang kehidupan rumah tangga, tetapi juga menegaskan bahwa keberanian untuk melangkah meskipun pernah terluka adalah sebuah kekuatan tersendiri. Semoga cerita ini memberikan semangat dan pelajaran berharga bagi mereka yang sedang berusaha menemukan cinta dan kebahagiaan dalam pernikahan.

betul kak. mnusia bs mrencanakan tp Tuhan menentukan❤️