Doa Qunut
Aku dulu termasuk yang sering bingung soal tata cara sholat Subuh dengan qunut. Apalagi kalau jadi imam, rasanya takut salah urutan atau lupa bacaan. Jadi aku mulai membiasakan diri dengan mencatat langkah-langkahnya pelan-pelan. Urutan sholat Subuh sebenarnya sama seperti sholat fardhu lainnya, cuma ada tambahan doa qunut di rakaat kedua setelah i’tidal. Pertama tentu niat sholat Subuh dua rakaat secara berjamaah atau sendiri. Setelah takbiratul ihram, baca doa iftitah (kalau mau), lalu Al-Fatihah dan surat pendek seperti biasa, kemudian ruku, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan sujud lagi sampai berdiri rakaat kedua. Di rakaat kedua, setelah membaca Al-Fatihah dan surat pendek, kita ruku, lalu i’tidal. Nah, di sinilah biasanya doa qunut dibaca. Posisi tangannya seperti berdoa biasa: diangkat sejajar dada, telapak tangan menghadap ke atas. Kalau sholat berjamaah, imam membaca doa qunut, makmum bisa menyimak atau membaca pelan. Doa qunut yang sering dipakai kurang lebih seperti yang tertulis di banyak mushaf atau poster dinding masjid, misalnya: "allahummahdini fi man hadait, wa ‘afini fi man ‘afait, wa tawallani fi man tawallait, wa barikli fima a’thait, wa qini syarra ma qadhait, fa innaka taqdhi wa la yuqdha ‘alaik, wa innahu la yadzillu man walait, wa la ya’izzu man ‘adait, tabarakta rabbana wa ta’alait, falakal hamdu ‘ala ma qadhait, wa astaghfiruka wa atubu ilaik. Wa shallallahu ‘ala sayyidina muhammadin nabiyyil ummiyyi wa ‘ala alihi wa shahbihi wa sallam." Kalau belum hafal, aku dulu suka nyimpen tulisannya di dekat sajadah dan baca pelan-pelan sampai hafal. Setelah selesai membaca qunut, teruskan dengan takbir untuk sujud seperti biasa, lalu duduk tasyahud akhir dan salam. Semakin sering dipraktikkan, urutan "tata cara sholat Subuh dengan qunut" ini kerasa makin natural dan nggak ngebingungin. Satu hal yang menurutku membantu banget adalah mengulang-ulang lafaz latin doa qunut yang pendek dulu, misalnya "allahummahdini fi man hadait" dan "wa ‘afini fi man ‘afait" sambil paham artinya, bahwa kita sedang minta hidayah dan kesehatan. Dari situ, qunut terasa bukan sekadar bacaan rutin, tapi doa yang benar-benar kita hayati di rakaat terakhir sholat Subuh.



























