Most people don’t fail because they’re lazy..
Dalam pengalaman saya mencoba membangun produk digital, sebuah kesalahan umum yang sering saya lihat adalah fokus pada apa yang disukai pembuat produk, bukan pada apa yang benar-benar dicari orang. Hal ini sering kali membuat produk tidak diminati meskipun sudah dibuat dengan baik. Saya menemukan bahwa langkah pertama yang sangat membantu adalah melakukan riset mendalam tentang tren pencarian dan kebutuhan pasar. Misalnya, dengan memanfaatkan alat riset kata kunci atau platform media sosial untuk mengetahui apa yang sedang dicari dan dibutuhkan banyak orang. Setelah mendapatkan gambaran permintaan pasar, penting untuk membangun produk digital yang sederhana namun tepat guna. Produk harus mampu menyelesaikan masalah atau memberikan nilai tambah yang spesifik bagi target audiens. Dari pengalaman saya, produk dengan fitur yang fokus dan mudah digunakan cenderung lebih cepat diterima dan laku di pasaran. Selain itu, jangan ragu untuk menguji ide produk melalui prototipe sederhana dan minta feedback dari calon pengguna. Ini dapat membantu memperbaiki produk sebelum diluncurkan secara luas. Mengikuti akun-akun yang menyediakan ide produk digital terbukti laku juga membantu saya mendapatkan inspirasi dan menghindari jebakan menciptakan produk yang kurang diminati. Dengan pendekatan ini, perjalanan membuat produk digital menjadi lebih terarah dan peluang keberhasilannya meningkat. Kesimpulannya, bukan karena malas, tapi memahami pasar dan permintaan secara nyata adalah kunci utama agar produk digital yang dibuat dapat sukses dan kompetitif.



























