Alfatihah my superhero❤️
Miss you so much cinta pertamaku🥹
Setiap kali baca Al-Fatihah untuk ayah, rasanya kayak lagi ngobrol pelan sama beliau. Aku biasanya mulai dengan ambil wudhu dulu, duduk di tempat yang tenang, terus niat dalam hati menghadiahkan bacaan Al-Fatihah untuk ayah. Nggak panjang, tapi rasanya lega banget setelahnya. Buat aku, “Alfatihah ayah” itu bukan cuma rangkaian kata, tapi jadi rutinitas kecil yang bikin aku merasa tetap dekat. Kadang aku kirim Al-Fatihah setelah sholat, kadang pas lagi kangen banget tiba-tiba, atau pas lihat foto-foto beliau lagi tersenyum, berkacamata hitam, pakai kaus polo sederhana seperti di foto. Momen sesimpel itu bisa langsung bikin mata berkaca-kaca. Aku juga punya kebiasaan khusus: tiap kali lewat tempat yang ada kenangan sama ayah, misalnya jalan yang dulu sering kita lewatin bareng atau pantai yang pernah kita datangi, dalam hati aku baca Al-Fatihah pelan. Rasanya kayak lagi jalan bareng ayah lagi, walau cuma dalam ingatan. Foto ayah yang lagi bersandar di pohon dengan latar pantai dan langit biru itu selalu bikin aku ingat kalau dulu beliau sering ajak jalan walau capek. Selain kirim Al-Fatihah untuk ayah, aku kadang tambahin doa pendek: semoga Allah ampuni dosa-dosanya, lapangkan kuburnya, dan kumpulkan kami lagi nanti di surga. Doa-doa sederhana kayak gitu ternyata cukup bikin hati lebih tenang. Apalagi kalau dibaca rutin, misalnya setiap habis sholat Maghrib atau Isya, lama-lama jadi kebiasaan yang menenangkan. Kalau lagi kangen berat, aku suka cerita sendiri ke ayah. Misalnya, cerita tentang hari-hariku, hal-hal kecil yang bikin aku bangga, atau sedih yang nggak bisa aku ungkap ke orang lain. Setelah itu biasanya aku tutup dengan Al-Fatihah untuk ayah. Rasanya kayak ada tempat pulang walau beliau sudah nggak ada di dunia ini. Buat kamu yang juga sering nyari kata kunci “Alfatihah untuk ayah” karena lagi rindu orang tua, kamu nggak sendirian. Kita sama-sama belajar ikhlas sambil tetap menjaga hubungan lewat doa. Rindu itu memang nggak pernah hilang, tapi bisa terasa lebih ringan ketika kita sering kirim doa. Setiap Al-Fatihah yang kita bacakan, semoga jadi bukti cinta kita yang nggak putus meski terpisah waktu dan dunia. Kalau kamu masih punya foto-foto beliau, sesekali nggak apa-apa dibuka lagi. Lihat senyumnya, gaya berpakaian sederhana, mungkin kumisnya, kacamata hitamnya, atau cara beliau berdiri yang khas. Setelah itu, kirim satu Al-Fatihah untuk ayah. Sesimpel itu, tapi dampaknya ke hati besar banget.



