Macaroni schotel
Resep macaroni schotel 😋. Kalau gk punya oven bisa di kukus juga waktu mau di panasin yah. 😘
#fypシ゚viral #resepmacaronischotel #macaronischotel #olahanpasta #hilemon
Aku tuh dulu sering bingung bedain keju cheddar yang cocok buat macaroni schotel, soalnya di supermarket banyak banget merek dan jenis keju. Setelah beberapa kali coba-coba, akhirnya nemu cara paling gampang: pilih keju cheddar yang teksturnya agak lembek dan mudah diparut, biasanya rasanya lebih creamy dan cocok buat campuran saus. Kalau bikin macaroni schotel, aku biasanya pakai kombinasi susu cair, telur, dan keju cheddar parut yang agak banyak biar rasa gurihnya kerasa. Tipsnya, keju cheddar jangan langsung dimasak dengan api besar, nanti bisa menggumpal. Aku suka cairkan dulu dengan api kecil sambil diaduk, baru dicampur ke macaroni yang sudah direbus al dente. Rasio favoritku kira-kira 100 gram keju cheddar untuk satu loyang kecil, tapi kalau mau lebih cheesy bisa ditambah sesuai selera. Buat yang nggak punya oven, macaroni schotel keju cheddar tetap bisa sukses kok. Caranya, setelah semua bahan dicampur dan dituang ke loyang, kukus sekitar 25–35 menit sampai bagian atasnya set dan kalau ditusuk sudah nggak ada adonan cair. Supaya nggak terlalu basah, aku suka alasin tutup kukusan dengan kain bersih biar uap airnya nggak netes ke permukaan schotel. Soal merek keju cheddar, aku pribadi pernah coba beberapa merek lokal dan impor. Merek lokal biasanya rasanya lebih ringan dan nggak terlalu tajam, cocok kalau dimakan anak-anak atau yang nggak terlalu suka keju. Sementara keju cheddar impor cenderung lebih kuat rasa dan aromanya, enak banget kalau kamu memang pencinta keju. Kadang aku mix keduanya: keju cheddar lokal untuk adonan, sedikit keju cheddar impor buat topping biar ada rasa yang lebih nendang. Satu hal yang menurutku penting, keju cheddar itu pengaruh banget ke tekstur macaroni schotel. Kalau kebanyakan, schotel bisa jadi terlalu padat dan "berat" saat dimakan. Jadi aku biasanya seimbangin dengan sedikit margarin atau butter dan susu cair, supaya hasil akhirnya tetap lembut tapi gurih. Buat topping, bisa tambahin lagi keju cheddar parut tipis-tipis di atas sebelum dikukus, nanti permukaannya jadi lebih wangi dan kelihatan menggoda. Aku juga pernah coba ganti sebagian keju cheddar dengan keju processed slice karena stok keju parut habis. Hasilnya masih oke, tapi menurutku rasa cheddar parut tetap paling pas buat macaroni schotel klasik. Kalau kamu baru pertama kali bikin, saran aku mulai dulu dengan keju cheddar yang biasa kamu pakai buat roti atau cemilan, nanti pelan-pelan bisa eksplor merek dan jenis lain sampai nemu kombinasi favorit versi kamu sendiri.





















