... Baca selengkapnyaWaktu pertama kali aku memutuskan buat healing ke Jawa Tengah, yang ada di pikiran cuma satu: aku mau kasih hadiah buat diri sendiri. Jogja jadi start point, tapi dari awal aku udah nyiapin itinerary sampai Dieng, karena banyak yang bilang place to go Dieng itu wajib banget kalau lagi pengen nenangin pikiran.
Di Jogja, aku sengaja cari spot yang bisa dinikmati pelan-pelan. Kebon Ndalem jadi salah satu tempat favorit. Nongki cantik di kafe ini, sambil lihat Tugu Jogja yang terang benderang di malam hari, rasanya beda banget dibanding cuma lewat sekilas. Dari sini aku belajar kalau healing itu bukan tentang seberapa jauh kita pergi, tapi seberapa tulus kita menikmati momen kecil kayak duduk santai, lihat lampu kota, dan ngobrol ringan sama orang terdekat.
Selain Kebon Ndalem, Malioboro tetap jadi checklist. Tapi kali ini aku nggak cuma foto-foto, aku benar-benar menikmati jalan pelan di trotoar malam hari, baca papan penunjuk arah ke Benteng Vredeburg, Kraton, Pasar Beringharjo, dan Taman Sari. Dari sini aku jadi kepikiran, kalau suatu saat balik lagi, pengen explore lebih dalam tiap spot sejarahnya, bukan cuma lewat buat konten semata.
Salah satu momen yang paling berkesan adalah waktu main ke area Candi Prambanan. Di depan tulisan "PRAMBANAN", aku sempat berhenti lama, sambil mikir tentang kalimat yang sering muncul di perjalanan ini: percantik diri, hargai diri sendiri. Buat aku, mempercantik diri bukan cuma soal penampilan, tapi juga kasih diri sendiri kesempatan buat istirahat, jalan-jalan, dan nggak merasa bersalah waktu memutuskan habiskan uang untuk pengalaman.
Nah, kalau ngomongin place to go Dieng, beberapa spot yang masuk wishlist aku antara lain Bukit Sikunir buat lihat sunrise, Telaga Warna yang katanya cantik banget warnanya, dan Kawah Sikidang. Banyak yang sharing kalau suasana Dieng itu adem, cocok buat yang lagi pengen menjauh sebentar dari hiruk-pikuk kota. Rencananya, kalau ke Dieng aku mau nyusun itinerary santai: datang sore, istirahat dulu, baru keesokan paginya pol explore tanpa buru-buru.
Selain Dieng, aku sempat search juga tentang omah segoro Tuban. Konsep tempat di tepi laut ini menarik banget buat dijadiin lanjutan healing trip setelah dari pegunungan. Ada sensasi berbeda antara lihat sunrise di pegunungan Dieng dan menikmati angin laut di Omah Segoro Tuban. Menurut aku, kombinasi dua destinasi ini cocok buat yang mau dapat dua vibes sekaligus: dingin tenang di pegunungan dan hangat santai di pesisir.
Dari perjalanan dan riset kecil-kecilan ini, aku jadi sadar kalau nyusun itinerary itu lebih enak kalau disesuaikan sama mood. Kalau lagi pengen menenangkan diri, place to go Dieng bisa jadi pilihan utama, dengan ekstra opsi mampir ke Jogja dulu buat warming up: nongki di Kebon Ndalem, foto di Tugu Jogja, menikmati Malioboro malam hari, dan sempatkan sejenak ke Prambanan.
Yang paling penting, jangan lupa kasih ruang buat diri sendiri selama perjalanan. Nggak perlu memaksa semua tempat harus dikunjungi dalam satu kali trip. Nikmati aja yang sempat, dan jadikan sisanya sebagai alasan buat kembali lagi ke Jawa Tengah nanti. Healing itu proses, dan tiap kota yang kita datangi bisa jadi bagian cerita menghargai diri sendiri sedikit demi sedikit.