Firasatku kudu bali #pulang #getreadywithme
Mengalami firasat untuk pulang seringkali membawa perasaan campur aduk yang sulit diungkapkan. Pernah suatu kali, aku merasakan dorongan kuat untuk segera kembali ke rumah, meskipun banyak rencana yang belum selesai. Rasa ‘milu’ dan penyesalan seperti yang disebutkan dalam kata-kata 'Milu ora?', 'Arep bali', dan 'Jebule getun' benar-benar menyentuh hati. Saat aku bersiap-siap untuk pergi, seperti dalam konsep #getreadywithme, aku mencoba menenangkan diri dan menyusun niat. Persiapan bukan hanya soal penampilan, tetapi juga kesiapan mental menghadapi apa yang akan terjadi saat pulang nanti, apakah itu tatapan, pertanyaan, atau bahkan pengakuan yang mungkin sulit. Pengalaman ini mengajarkan aku pentingnya mendengarkan firasat dari hati sendiri dan tak takut mengambil langkah meskipun ada risiko menyesal. Karena kadang, menyesal itu adalah bagian dari proses belajar dan menjadi lebih dewasa. Jadi jika kamu juga merasakan dorongan kuat untuk pulang atau membuat perubahan besar, jangan abaikan perasaan itu. Nikmati setiap momen persiapan dengan penuh kesadaran, karena itulah yang akan membuat perjalanan pulang atau perubahan hidupmu menjadi lebih bermakna.



































