Dan Membuat Prakarya
Saat mengikuti kegiatan membuat prakarya di MI Muh. Kahuman, saya menemukan bahwa penggunaan bahan-bahan sederhana di sekitar kita dapat menghasilkan karya yang sangat menarik dan edukatif. Misalnya, memanfaatkan kertas bekas, kain perca, dan bahan alami seperti daun kering atau ranting kecil bisa memberikan nilai tambah pada prakarya yang dibuat. Selain itu, menonton film jejak petualang sebelum prakarya dimulai memberikan inspirasi dan konteks, memperkaya imajinasi siswa sehingga mereka lebih antusias dalam membuat karya. Film tersebut menampilkan petualangan yang memicu rasa ingin tahu dan motivasi untuk mengaplikasikan hal-hal baru dalam prakarya. Pengalaman ini mengajarkan saya pentingnya kreatifitas dalam proses belajar. Tidak hanya mengikuti instruksi, kita juga didorong untuk berinovasi dan mengekspresikan diri melalui karya yang dibuat. Hal ini juga meningkatkan rasa percaya diri dan kemampuan problem solving. Bagi guru, kegiatan seperti ini sangat efektif untuk menggabungkan unsur pembelajaran visual dan praktik langsung. Selain membuat suasana kelas lebih hidup, prakarya membantu siswa memahami materi dengan cara yang menyenangkan dan mudah diingat. Saya sangat merekomendasikan kegiatan ini sebagai metode pembelajaran alternatif yang efektif dan menyenangkan di tingkat MI.
