Sebenarnya aku lupa kalo mbak yang cancel itu mau makeup , karna belom di booking jadi aku gk tulis , trus ada temanku booking di tggal 18 aku liat catatan belom ada yg booking jadi aku iyain . Trus gk lama kaka yg kemaren chat gk jadi booking . Berarti pas Alhamdulillah 😇. Allah maha tau 😇 #fyppppppppppppppppppppppp#fy#fouryou#mua#lamandau #lamandaukalteng #rezeki #alhamdulillah
2025/8/7 Diedit ke
... Baca selengkapnyaJujur, dulu aku termasuk orang yang gampang panik kalau ada klien cancel mendadak. Apalagi sebagai MUA, kadang kita sudah nolak orang lain demi satu booking. Waktu itu pas baca chat WhatsApp yang bilang mau cancel karena anaknya sakit, aku sempat lemes. Udah kebayang aja: hilang satu job, berkurang pemasukan, dan jadwal yang kosong.
Tapi dari kejadian ini aku benar-benar ngerasain sendiri kalau rezeki Allah yang atur. Ternyata sebelum klien yang batal itu, aku memang lupa nyatet bookingan dia karena belum fix DP. Di catatan, tanggal 18 masih kosong, makanya waktu ada teman yang mau booking untuk 6 orang, aku langsung iyain. Nggak lama kemudian baru deh dapat kabar kalau klien pertama batal. Kalau dipikir-pikir, kalau dia jadi booking dari awal, mungkin temanku nggak kebagian tanggal itu. Di situ aku cuma bisa bilang dalam hati: Alhamdulillah, Allah Maha Tahu.
Dari pengalaman ini aku belajar beberapa hal penting soal rezeki:
1. **Rezeki itu sudah diatur Allah, tapi usaha tetap wajib**
Pemandangan sungai, hutan hijau, dan langit biru yang sering kita lihat di quotes tentang rezeki itu ngingetin aku kalau alam aja punya takarannya masing-masing, apalagi rezeki manusia. Tugasku sebagai MUA ya tetap promosi, jaga kualitas makeup, respon chat cepat, dan catat bookingan dengan rapi. Soal jadi atau tidaknya, itu wilayahnya Allah.
2. **Ikhlas saat ada yang batal**
Waktu tahu alasannya karena anak sakit, aku berpikir, mungkin memang lagi diuji juga. Di satu sisi, aku kehilangan job, tapi di sisi lain, ibu itu lagi diuji lewat kesehatan anaknya. Dari situ aku belajar untuk lebih legowo dan tidak suudzon. Kadang Allah tahan rezeki di satu pintu, tapi Dia bukakan pintu lain yang lebih luas.
3. **Sabar itu bagian dari menarik rezeki**
Aku juga sering lihat quotes di pemandangan jalan saat matahari terbenam tentang rezeki dan kesabaran. Rasanya relate banget. Nggak semua hari rame orderan, kadang sepi, kadang ada yang PHP. Tapi tiap kali ingat kejadian tanggal 18 itu, aku jadi lebih tenang. Allah tahu mana yang terbaik, kapan waktu yang pas, dan melalui siapa rezeki itu datang.
4. **Catatan dan manajemen waktu juga bentuk ikhtiar**
Walau rezeki sudah diatur, bukan berarti kita bisa santai tanpa perbaikan. Setelah kejadian lupa nyatat booking, aku sekarang lebih disiplin: semua chat yang mengarah ke booking, langsung kutulis di catatan. Ini juga salah satu cara menghargai rezeki yang Allah kirimkan lewat klien.
Kalau kamu lagi ngerasa sedih karena job sepi, dagangan nggak laku, atau orderan dibatalin, coba tarik napas dulu dan ingat: rezeki kamu nggak akan keambil orang. Bisa jadi yang diambil itu cuma angka yang kamu bayangin, tapi diganti Allah dengan sesuatu yang lebih pas buat hidupmu. Tugas kita cuma terus berusaha, jaga niat, dan percaya kalau rezeki Allah sudah diatur dengan sebaik-baiknya.