... Baca selengkapnyaBelakangan ini aku lagi sering banget eksperimen isi Samira Lunchbox buat bekal sekolah, termasuk cobain aneka frozen food seperti dimsum Samirah. Menurutku, kuncinya biar bekal tetap praktis tapi kelihatan menarik tuh ada di kombinasi isiannya, warna, dan cara menata.
Biasanya aku mulai dari sumber protein dulu. Kalau lagi buru-buru, aku pilih yang tinggal kukus atau goreng sebentar seperti dimsum Samirah, sosis, nugget, atau bakso. Dimsum Samirah ini enak dijadikan lauk utama, cukup dikukus sekitar 10–15 menit sampai matang sempurna. Setelah matang, aku tiriskan dulu biar nggak terlalu berair di kotak makan.
Supaya bekal nggak melulu gorengan, aku tambahin telur puyuh rebus. Biasanya aku rebus beberapa sekaligus untuk stok 2–3 hari. Telur puyuh ini gampang dimakan anak, ukurannya kecil, dan kalau ditusuk pakai food pick lucu jadi terlihat lebih menarik. Kadang aku tambahkan sedikit saus tomat atau mayones ke dalam wadah kecil terpisah buat cocolan dimsum dan sosis.
Untuk karbo, selain nasi, aku suka variasi pakai roti coklat dan kimbab. Roti coklat berbentuk kelinci ini favorit karena bentuknya imut dan gampang dipegang tangan kecil. Kalau punya waktu lebih, roti bisa dipotong pakai cookie cutter biar bentuknya makin lucu. Isiannya bisa selai coklat, keju, atau kombinasi keduanya.
Kimbab juga jadi penyelamat kalau anak lagi bosan makan nasi biasa. Versi kimbab mentai tinggal tambahkan saus mentai tipis di atas isian, jangan terlalu banyak supaya nggak pedas. Sedangkan kimbab biasa cukup isi dengan sosis, telur, dan sayur seperti wortel atau timun. Gulung rapat, lalu potong kecil-kecil agar mudah dimakan dan muat di Samira Lunchbox.
Bagian sayur dan buah jangan dilewatkan. Aku biasanya tambahkan timun, selada, atau jagung manis sebagai pelengkap, lalu buah seperti anggur, apel potong, atau stroberi. Trik biar anak tertarik: pilih warna yang kontras dengan lunchbox pink Samira, jadi kelihatannya lebih cerah.
Penataan di kotak makan juga penting. Aku biasa taruh dimsum Samirah dan sosis di satu sisi, kimbab mentai dan kimbab biasa di sisi lain, lalu roti coklat bentuk kelinci di kompartemen terpisah. Permen kecil seperti Milk Chewycand cukup 1–2 biji sebagai "hadiah" kalau bekalnya habis dimakan.
Terakhir, aku selalu cek porsi. Jangan sampai terlalu penuh, karena anak bisa jadi kewalahan. Lebih baik sedikit tapi habis, daripada banyak tapi bersisa. Dengan kombinasi dimsum Samirah, sosis, telur puyuh, kimbab, roti lucu, dan buah, sejauh ini bekal di Samira Lunchbox sering pulang dalam keadaan hampir kosong, artinya anak suka dan lahap makan.