Duka Anak Cewek Korban Perceraian🥺

#RelationshipTalk × #SukaDukaCewek

𝙃𝙪𝙗𝙪𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙆𝙚𝙡𝙪𝙖𝙧𝙜𝙖 × 𝘿𝙪𝙠𝙖 𝘼𝙣𝙖𝙠 𝙆𝙤𝙧𝙗𝙖𝙣 𝙋𝙚𝙧𝙘𝙚𝙧𝙖𝙞𝙖𝙣.

Hai Sahabat Lemon🍋.

Yang Ingin aku sampaikan pada sahabat lemon semuanya janganlah terlalu mempercayai siapapun akan selalu ada di pihak diri sendiri, 𝙞𝙣𝙜𝙞𝙣 𝙗𝙚𝙧𝙗𝙖𝙜𝙞 𝙘𝙚𝙧𝙞𝙩𝙖 𝙖𝙟𝙖 𝙙𝙖𝙣 𝙖𝙢𝙗𝙞𝙡 𝙥𝙚𝙡𝙖𝙟𝙖𝙧𝙖𝙣 𝙗𝙖𝙞𝙠𝙣𝙮𝙖 𝙮𝙖𝙝, 𝙠𝙖𝙧𝙣𝙖 𝙨𝙚𝙨𝙪𝙣𝙜𝙜𝙪𝙝𝙣𝙮𝙖 𝙨𝙚𝙩𝙞𝙖𝙥 𝙢𝙖𝙣𝙪𝙨𝙞𝙖 𝙥𝙪𝙣𝙮𝙖 𝙪𝙟𝙞𝙖𝙣 𝙢𝙖𝙨𝙞𝙣𝙜 𝙢𝙖𝙨𝙞𝙣𝙜, 𝙢𝙪𝙣𝙜𝙠𝙞𝙣 𝙞𝙣𝙞𝙡𝙖𝙝 𝙪𝙟𝙞𝙖𝙣𝙠𝙪....

𝙨𝙚𝙢𝙖𝙣𝙜𝙖𝙩 𝙨𝙚𝙢𝙪𝙖𝙣𝙮𝙖... 🫂

𝙎𝙞𝙣𝙜𝙠𝙖𝙩 𝘾𝙚𝙧𝙞𝙩𝙖, Saat surat perceraian sudah di ajukan, harus menunggu 3 bulan sampai resmi berpisah. ibu sedang bekerja di kota (aku dalam masa sebelum lulus sekolah).

ayahku pergi ninggalin kami, malah lebih memilih berhubungan dengan wanita lain.

aku pikir aku bisa minta uang ke ayah meski gak lagi serumah sama ibu.

aku pikir masih bisa dapat kasih sayang meski setelah mereka berpisah.

aku pikir masih bisa ko bahagia, dan bakalan selalu punya sandaran.

aku pikir keluarga bakalan kasian, jadi jaga sikap dan omongan ke aku saat aku lagi terpuruk.

aku pikir keluarga ku bisa menguatkan aku dan mendukungku atas hancurnya rumah tangga orang tuaku.

Nyatanya, hal yang aku pelajari setelah perceraian adalah Tidak sama sekali seperti itu.

keluarga, orang terdekat yang seharusnya kasian menguatkan, kebanyakan malah diam pura pura tidak tau, bahkan ada yang hina aku anak pembawa sial, menyalahkan aku, dan aku juga di bully gak dapet kasih sayang jadi gak boleh bareng aku.

apa aku seburuk itu ya dimata orang yang orang tuanya tidak lagi bersama, sampai sampai apa pun selalu di bicarain buruk.

Saat itu aku hanya sendirian, menangis sendirian, menderita sendiri,memendam sendirian.

aku pun sakit, makin terpuruk, hanya bisa melampiaskan dengan doa dan terus sampai mata bengkak, pada akhirnya aku sadar bahwa yang bisa menolongku hanyalah jika aku niat bangkit & pertolongan Illahi.

Harapanku, #Seandainya saat itu aku bisa lebih kuat, mungkin tak akan jadi trauma yang begitu mendalam.

pada akhirnya aku sadar, tidak boleh menaruh harapan, kebahagiaan pada siapapun dan jangan selalu berharap manusia lain akan selalu menyenangkanku, karna terkadang luka yang paling menyakitkan justru berasal dari orang terdekat.

#lemon8challenge

ilustrasi by : Ai Google Gemini

2025/9/14 Diedit ke

... Baca selengkapnyaKalau denger kata "anak jadi korban perceraian", dulu aku cuma tahu dari cerita orang atau lirik lagu sedih yang sering lewat di FYP. Setelah ngalamin sendiri, ternyata rasanya jauh lebih kompleks dari sekadar sedih atau marah. Buat aku, fase tersulit justru bukan saat sidang perceraian, tapi setelah semuanya resmi berpisah. Kehidupan jalan terus, tapi hati kayak berhenti di tempat. Temen-temen sekolah mungkin lihat aku masih bisa ketawa, tapi di rumah aku sering nangis sendiri. Kadang aku denger lagu tentang korban perceraian di radio atau sosial media, dan tiba-tiba nangis karena liriknya berasa nyentil banget ke hidupku. Satu hal yang baru aku ngerti: nggak semua orang dewasa paham perasaan anak. Banyak yang cuma komentar, "sabar ya" tanpa bener-bener mau denger cerita lengkapnya. Ada juga yang malah menyalahkan, seakan-akan anak itu sumber masalah. Padahal yang kita butuh cuma tempat aman buat cerita, bukan dihakimi. Pelan-pelan aku belajar bikin "lingkaran aman" sendiri. Nggak besar, tapi cukup. Misalnya: - Teman yang bener-bener mau denger tanpa nyeramahin. - Guru atau orang yang lebih dewasa yang bisa diajak ngobrol soal masa depan. - Kegiatan yang bikin aku ngerasa berharga, entah itu belajar lebih serius, ikut organisasi, atau sekadar nulis curhat panjang di buku harian. Aku juga mulai berdamai sama fakta kalau ayah dan ibu mungkin nggak akan pernah balik seperti dulu. Dulu aku sering berharap andai mereka baikan, mungkin aku bisa bahagia lagi. Tapi makin gede, aku sadar: kebahagiaan itu pelan-pelan harus aku bangun sendiri, bukan nunggu orang tua rukun dulu. Buat kamu yang juga jadi anak korban perceraian, menurutku nggak apa-apa kok kalau kamu: - Masih suka nangis diam-diam pas keinget masa lalu. - Ngerasa iri lihat teman yang keluarganya utuh. - Kadang benci keadaan tapi juga masih sayang sama orang tua. Itu semua wajar. Yang penting, jangan berhenti jaga diri sendiri. Cari bantuan profesional kalau perlu, kayak konselor sekolah atau psikolog, kalau rasa sesaknya udah terlalu berat. Nggak berarti kamu lemah, justru itu tanda kamu sayang sama dirimu sendiri. Sekarang, kalau aku lihat gambar orang tua bertengkar sambil pegang dokumen perceraian atau baca tulisan "Hal yang baru aku ngerti setelah perceraian", aku nggak cuma keinget luka, tapi juga proses. Dari anak yang cuma nangis sendirian, jadi anak yang pelan-pelan belajar berdiri di atas kakinya sendiri. Semoga siapapun yang lagi cari tentang anak korban perceraian dan nemu tulisanku, bisa ngerasa sedikit lebih kuat. Kita mungkin luka, tapi bukan berarti kita nggak punya masa depan yang baik.

Cari ·
ada ayah mendukungku

31 komentar

Gambar Evie Anggelina
Evie Anggelina

Masya Allah apa yg kk katakan itu benar banget🥺 Jangan Percaya siapapun meski itu suami kita sendiri🥺 Hanya kpd Allah kita percaya 1000%🤗 Kk Hebat Menjadi Pribadi Yg Kuat Tangguh Luar Biasa dgn Dilema Kehidupan yg kk jalani🥺Peluk Erat kk Windy😘 Allah Selalu ada utk kita🤲🥰

Lihat lainnya(14)
Gambar wijirianisetyanin
wijirianisetyanin

kak Windi peluk jauh dari aku y kk..aku seorang single moms dengan dua orang anak..kak semua anak ku perempuan yg besar SMA dan yg kecil SMP kak..ada ketakutan ku anak2 akan merasakan sakit tapi aku Berusaha memberikan cinta dan kasih sayang meskipun aku hrs berperan ganda u merka

Lihat lainnya(5)