Mereka pernah bilang...
Gimana menurut kalian, aku pribadi sih berkata lemah lembut itu harus ya, karena menjaga batas kesopanan dan bukan sok suci, selain itu menjadi lembut bukan berarti lemah. Karena hati yang tenang selalu memilih tutur kata yang baik, meski dunia tidak selalu ramah.
Berdasarkan pengalaman pribadi dan ajaran agama, berkata lemah lembut bukan hanya sekadar menjaga kesopanan tapi juga bentuk kekuatan jiwa. Di tengah dunia yang kadang keras dan penuh tekanan, memilih kata yang baik membantu kita tetap tenang dan menjaga hubungan baik dengan orang sekitar. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh At Tirmidzi, Rasulullah SAW mengajarkan untuk tidak mencela, melaknat, berkata keji, atau menggunakan kata-kata kasar. Ini menunjukkan bahwa tutur kata yang sopan dan penuh kasih sayang sangat dianjurkan untuk mencapai kedamaian hati dan keharmonisan sosial. Saya pribadi sering merasakan manfaat dari memilih kata lembut saat berkomunikasi, terutama dalam situasi yang menantang. Dengan bertutur lembut, saya bisa menghindari konflik dan membangun rasa saling pengertian. Bahkan saat sedang merasa stres, mengambil waktu untuk menenangkan pikiran lewat aktivitas seperti menikmati teh bisa memberikan terapi yang menenangkan jiwa dan memperbaiki cara kita berbicara. Tutur kata lemah lembut juga mencerminkan kedewasaan emosional dan empati. Orang yang mampu menjaga lisannya biasanya lebih dihormati dan dipercaya orang lain. Jadi, jangan segan untuk mempraktikkan tutur kata yang baik setiap hari. Selain membawa kebaikan pada diri sendiri, hal ini juga bisa menyebarkan energi positif pada lingkungan sekitar kita.



