... Baca selengkapnyaWaktu aku cari Mazda CX-5 bekas, salah satu yang paling bikin galau itu soal pajak tahunannya, apalagi untuk tahun-tahun tertentu seperti CX-5 2015. Dari beberapa kali ketemu penjual dan cek unit, aku jadi lumayan paham pola biaya dan hal-hal yang harus dicek supaya nggak kaget setelah beli.
Pertama, soal pajak CX-5 2015. Karena ini SUV kelas menengah dengan mesin 2.0–2.5, pajaknya memang nggak bisa dibilang murah, tapi masih masuk akal kalau dibandingin sama rasa berkendaranya. Di daerah Jabodetabek, pajak tahunan biasanya ada di kisaran beberapa juta rupiah, tergantung tipe, tahun, dan daerah registrasi. Yang penting, selalu minta penjual nunjukin STNK dan cek masa berlaku pajak dan plat. Kalau pajak bilang "panjang" atau "baru bayar", pastikan benar-benar dicek di STNK, jangan cuma percaya omongan.
Aku juga biasa cek estimasi pajak lewat aplikasi resmi Samsat atau e-samsat daerah. Tinggal masukin nomor polisi, langsung kelihatan pajak pokok dan dendanya kalau ada. Ini ngebantu banget buat bandingin CX-5 2015 dengan tahun lain kayak 2017 atau 2019, jadi kamu bisa kira-kira total biaya kepemilikan per tahun.
Selain pajak, kondisi mobil juga wajib diperhatiin. Untuk CX-5, interior dan atap kabin penting dicek. Lampu interior di plafon harus nyala semua, terus kalau unitnya ada sunroof, coba buka-tutup beberapa kali. Dari pengalaman, ada beberapa unit yang sunroof-nya bunyi atau geraknya nggak halus. Kontrol sunroof di bagian atas itu kelihatan sepele, tapi kalau rusak, biaya perbaikan bisa lumayan.
Aku biasanya duduk sebentar di dalam kabin, matiin mesin, dan lihat detail plafon: ada bekas bocor atau nggak, terutama di sekitar frame sunroof. Kalau ada noda air atau bau apek, bisa jadi pernah bocor. Ini penting banget buat CX-5 yang sering parkir di luar. Sekalian cek semua lampu interior atap menyala, karena ini nunjukin pemilik sebelumnya peduli sama perawatan kecil.
Untuk kamu yang cari CX-5 2015–2019 di area Tangerang atau sekitarnya, coba bandingin beberapa unit dulu. Ada yang pajaknya panjang dan siap pakai, ada juga yang harganya lebih murah tapi pajak mati 1–2 tahun. Kadang mending ambil yang pajak panjang sedikit lebih mahal, karena kalau hitung pajak + denda + balik nama, selisihnya nggak jauh-jauh amat, tapi kamu lebih tenang.
Terakhir, jangan lupa tanyakan riwayat servis. CX-5 yang rutin servis di bengkel resmi biasanya kondisinya lebih terjaga, dan ini ngaruh ke nilai jual dan rasa berkendara. Jadi waktu nego harga, hitung juga pajak CX-5 2015 atau tahun lain yang kamu incar, kondisi interior (termasuk plafon dan sunroof), dan biaya perbaikan kecil yang mungkin muncul. Dengan begitu, kamu bisa dapat CX-5 bekas yang benar-benar siap pakai, bukan cuma keliatan mulus di foto.