Periode/Zaman Akhir Dharma
Terima kasih kepada Buddha Sakyamuni!
Terima kasih kepada Guan Shi Yin Pu Sa yang maha pengasih dan maha penolong!
Terima kasih kepada Para Buddha dan Dewa Pelindung Dharma dari seluruh penjuru!
Terima kasih kepada Master Jun Hong Lu!
Terima kasih kepada semua saudara se-dharma!
Apabila ada kesalahan dan kekurangan dalam postingan kami, kami memohon kepada Guan Shi Yin Pu Sa, para Dewa dan Pelindung Dharma memaafkan, Master Jun Hong Lu memaafkan, mohon saudara-saudara dan teman-teman se-Dharma memaafkan.
Periode Akhir Dharma sering disebut sebagai zaman penuh tantangan dalam ajaran Buddha, di mana karma buruk dan bencana terjadi semakin cepat dan intens. Berdasarkan pengajaran Master Jun Hong Lu, di masa ini, sangat penting untuk menjaga hati agar tidak memiliki niat mencelakai orang lain karena setiap perbuatan tercatat di langit dan bumi, dan balasan atas perbuatan buruk tidak akan bisa dihindari. Pengalaman pribadi saya di masa pandemi ini menunjukkan betapa pentingnya refleksi diri dan pengendalian emosi. Ketika menghadapi situasi sulit, saya mulai rutin memohon perlindungan dan berkat dari Bodhisattva, yang tidak hanya membawa ketenangan tetapi juga menguatkan saya dalam menghadapi berbagai ujian. Selain itu, saya melihat bahwa pelepasan dari keterikatan duniawi—seperti kecenderungan untuk terlalu mengandalkan hal-hal materi atau perasaan yang bersifat sementara—menjadi kunci mengurangi penderitaan di bulan akhir Dharma. Mengikuti saran para biksu mengenai hidup sederhana dan fokus pada latihan batin membantu saya mengembangkan kebijaksanaan dan ketenangan pikiran. Melalui meditasi dan doa, saya merasakan energi positif yang mendukung dalam melewati cobaan hidup. Masa ini juga menegaskan pentingnya berdamai dengan diri sendiri dan tidak terlalu memusingkan penilaian orang lain atau gangguan pikiran yang datang dari luar. Dalam perjalanan spiritual saya, mengikuti ajaran seperti penggunaan Xiao Fang Zi untuk menghilangkan kendala karma buruk memberikan alat praktis untuk membersihkan diri secara spiritual. Semua ini adalah bagian dari usaha melewati periode penuh bencana ini dengan tetap menjaga hati tetap tenang dan pikiran terang. Bagi pembaca yang juga merasakan tekanan dan ketidakpastian di dunia sekarang, saya menyarankan untuk mencoba mendekatkan diri pada ajaran Buddha yang menekankan belas kasih, ketenangan, dan kebijaksanaan. Dengan menguatkan hubungan spiritual dan konsisten dalam doa dan perbuatan baik, kita dapat mengurangi efek buruk karma dan meningkatkan ketahanan diri menghadapi tantangan hidup di Zaman Akhir Dharma ini.










