Masa lalu

Buku paritta , buku BHFF dan semua buku Master Lu Jun Hong bisa di minta secara gratis ( tidak di kenakan biaya) dengan cara menghubungi XLFM ( no telp & alamat lengkap tertera di akhir VT) untuk mendapat buku fisik maupun digital beserta panduan lengkap pembacaaan paritta.

Harap buku Paritta/ buku buku yang berkaitan dengan ajaran Buddha jangan di letakkan sembarangan.

Terima kasih kepada Buddha Sakyamuni!

Terima kasih kepada Guan Shi Yin Pu Sa yang maha pengasih dan maha penolong!

Terima kasih kepada Para Buddha dan Dewa Pelindung Dharma dari seluruh penjuru!

Terima kasih kepada Master Jun Hong Lu!

Terima kasih kepada semua saudara se-dharma!

Apabila ada kesalahan dan kekurangan dalam postingan kami, kami memohon kepada Guan Shi Yin Pu Sa, para Dewa dan Pelindung Dharma memaafkan, Master Jun Hong Lu memaafkan, mohon saudara-saudara dan teman-teman se-Dharma memaafkan.

#xlfm #Buddha #Mahayana #buddhist #BuddhaDharma

#BuddhaMahayana

#Mahayana

#Buddhism

#Buddhist

#Dharma

#AjaranBuddha

#BuddhaTeaching

#JalanDharma

#BelajarDharma

#SpiritualBuddha

#Kebijaksanaan

#WelasAsih

#Karuna

#Metta

#Bodhisattva

6/8 Diedit ke

... Baca selengkapnyaDalam perjalanan spiritual saya, saya menemukan bahwa melepaskan masa lalu adalah kunci utama untuk hidup damai di masa kini, seperti yang diajarkan oleh Master Jun Hong Lu. Seringkali, kita terjebak dalam kenangan atau kesulitan masa lalu, sehingga menghambat kemampuan kita untuk menikmati kebahagiaan saat ini. Melalui pengalaman pribadi saya, melafalkan paritta secara rutin tidak hanya memberikan ketenangan tetapi juga memperkuat perlindungan spiritual. Saya pun sangat terbantu oleh panduan lengkap pembacaan paritta yang disediakan oleh XLFM—baik dalam bentuk fisik maupun digital—yang bisa didapatkan secara gratis dengan menghubungi kontak yang tertera. Buku paritta ini menjadi bacaan penting yang mengingatkan kita agar menghormati dan tidak meletakkan buku suci Buddha sembarangan, karena ini juga bagian dari praktik welas asih dan penghormatan terhadap ajaran Dharma. Lebih dari itu, saya belajar bahwa berterima kasih kepada Buddha Sakyamuni, Guan Shi Yin Pu Sa, serta para Buddha dan Dewa Pelindung Dharma secara rutin menguatkan ikatan spiritual dan memberikan rasa syukur mendalam yang membantu melepas beban emosional masa lalu. Dari pengalaman saya, komunitas se-Dharma juga sangat membantu dalam mendukung pertumbuhan spiritual tiap individu. Selain itu, pengingat dari Master Jun Hong Lu bahwa "hanya dengan melepaskan masa lalu dan kenangan, Anda baru bisa hidup pada saat ini" sangat memotivasi saya untuk terus berlatih mindfulness dan belas kasih dalam kehidupan sehari-hari. Saya juga menerapkan ajaran untuk tidak hanya berulang kali melafalkan paritta, tapi juga melakukan jasa kebajikan seperti bervegetarian dan melepaskan makhluk hidup, yang merupakan bagian dari pembersihan karma dan peningkatan kualitas batin. Melalui pengalaman ini, saya menyadari bahwa kemajuan spiritual tidak hanya tentang ritual, tapi juga bagaimana ajaran ini diaplikasikan dalam keseharian agar hidup menjadi lebih damai dan bermakna.

Posting terkait

Lilin menyala di latar belakang gelap dengan teks "Untuk Diriku Di Masa Lalu : Aku Tahu Kau Terluka", mencerminkan tema surat kepada diri sendiri yang terluka.
Seseorang dengan rambut dikepang duduk menunduk, dengan teks "Surat untuk Diriku di Masa Lalu - Jangan Takut, Semua Akan Baik-Baik Saja" dan pesan tentang kekuatan diri.
Tangan seseorang yang tergenggam erat dalam nuansa hitam putih, disertai pesan "Jangan menyerah. Kamu akan tumbuh menjadi seseorang yang lebih kuat, lebih bijaksana, dan lebih berani."
KENANGAN MASA LALU : AKU TERLUKA DAN REMUK
Surat untuk Diriku di Masa Lalu Untuk diriku yang dulu… Aku tahu kamu membaca ini dengan hati yang hancur. Aku tahu kamu tidak percaya bahwa suatu hari kamu bisa bertahan, bahwa kamu bisa melewati semuanya. Aku tahu betapa beratnya langkah-langkah yang kamu ambil setiap hari, bahkan untuk sek
MELDS

MELDS

25 suka

Hipnoterapi Mengatasi Masalah Beban Masa Lalu
Mengatasi Emosi Negatif yang mengganggu aktivitas sehari-hari dan menghambat kemajuan dalam kehidupan...
Hanggari Shandy

Hanggari Shandy

2 suka

Gambar sampul tentang Past Continuous, menunjukkan jam digital 02:45 AM dan seorang anak laki-laki sedang membaca buku, dengan judul "Lagi" Melakukan Sesuatu di Masa Lalu.
Teks bertanya apakah pengguna pernah menggunakan kalimat Past Continuous seperti "Kemarin jam 7 malam, aku lagi makan malam," atau "Saat kamu telepon, mereka lagi belajar," dengan ilustrasi wombat membaca buku.
Penjelasan tentang Past Continuous, yaitu tense untuk aksi yang sedang berlangsung di masa lalu, dengan fokus pada proses atau durasi, dan rumus was/were + verb-ing. Ilustrasi seorang pria bingung membaca buku.
JANGAN BINGUNG! INI CARA PAKE "LAGI" DI MASA LALU
Pernah bingung mau cerita ke teman, kemarin aku lagi apa ya? 🤯 Waktunya bongkar tuntas Past Continuous! Aku bahas aturan utamanya: kapan pakai was atau were dan kapan pakai verb-ing. Dijamin langsung pede saat cerita tentang masa lalu! ✨ Geser dan ikuti penjelasannya dari awal sampai akhir ya. L
Engspire_ID

Engspire_ID

1 suka

Gambar menunjukkan judul 'Dosa Masa Lalu Menghantui? Hapus Pakai Jalur Langit ✨' di atas pemandangan jalan beraspal yang melintasi perbukitan dan pegunungan di bawah langit biru cerah.
Teks motivasi tentang taubat dan amalan kecil yang konsisten, dengan latar belakang danau atau laut saat matahari terbenam yang memancarkan cahaya keemasan.
Dua langkah pertama untuk menghapus dosa: 'Perbanyak Istighfar' dan 'Shalat Taubat', dijelaskan di atas latar belakang perairan dengan struktur kayu.
Dosa Masa Lalu Menghantui?Hapus Pakai Jalur Langit
#AkuPernah Pernah nggak sih tiba-tiba overthinking soal kesalahan di masa lalu? Rasanya berat dan bikin kita merasa nggak layak jadi orang baik. 🥺 Tapi tahu nggak? Allah itu Al-Ghaffar (Maha Pengampun). Sebesar apapun salah kita, asalkan kita mau balik, pintu-Nya selalu terbuka. Nggak harus lan
Miftah Chairani

Miftah Chairani

32 suka

Lihat lainnya