Buku paritta , buku BHFF dan semua buku Master Lu Jun Hong bisa di minta secara gratis ( tidak di kenakan biaya) dengan cara menghubungi XLFM ( no telp & alamat lengkap tertera di akhir VT) untuk mendapat buku fisik maupun digital beserta panduan lengkap pembacaaan paritta.
Harap buku Paritta/ buku buku yang berkaitan dengan ajaran Buddha jangan di letakkan sembarangan.
Terima kasih kepada Buddha Sakyamuni!
Terima kasih kepada Guan Shi Yin Pu Sa yang maha pengasih dan maha penolong!
Terima kasih kepada Para Buddha dan Dewa Pelindung Dharma dari seluruh penjuru!
Terima kasih kepada Master Jun Hong Lu!
Terima kasih kepada semua saudara se-dharma!
Apabila ada kesalahan dan kekurangan dalam postingan kami, kami memohon kepada Guan Shi Yin Pu Sa, para Dewa dan Pelindung Dharma memaafkan, Master Jun Hong Lu memaafkan, mohon saudara-saudara dan teman-teman se-Dharma memaafkan.
... Baca selengkapnyaHari Duan Wu Jie, atau Festival Perahu Naga, bukan hanya momentum budaya, tapi juga kesempatan spiritual penting dalam tradisi Buddha Mahayana yang saya praktikkan. Pada tanggal 19 Juni 2026, bertepatan dengan tanggal 5 bulan ke-5 kalender lunar, umat Buddha dianjurkan untuk melafalkan Paritta, sebuah doa pelindung dan pengusir energi negatif.
Dalam pengalaman saya bergabung dengan komunitas Xin Ling Fa Men Indonesia, pelafalan Paritta dibarengi dengan kegiatan baik seperti makan vegetarian, berbuat kebajikan lebih banyak, dan melepaskan makhluk hidup. Melakukan aktivitas ini diyakini dapat mendatangkan berkah dan melindungi dari gangguan makhluk halus yang menurut ajaran turun ke dunia manusia di hari-hari besar seperti ini.
Saya juga merasakan pentingnya menjaga kehormatan buku-buku ajaran Buddha seperti Paritta dan buku Master Lu Jun Hong. Selain itu, mengikuti panduan dari XLFM dengan benar, termasuk pembatasan pembacaan Li Fo Da Chan Hui (sebuah mantra khusus), memberikan pengalaman spiritual yang lebih mendalam dan mendatangkan ketenangan batin. Mereka menyediakan buku dan panduan gratis baik dalam bentuk fisik maupun digital, yang sangat membantu saya dan banyak praktisi lainnya.
Menjaga ucapan dan tindakan selama hari-hari suci ini juga sangat ditekankan. Misalnya, pada hari tersebut dan hari-hari penting kalender lunar lainnya, dianjurkan untuk tidak melakukan kejahatan atau perbuatan yang dapat menimbulkan karma buruk. Banyak yang percaya bahwa dengan cara ini kita dapat memperkuat kebajikan dan mengasah kebijaksanaan agar membawa manfaat tidak hanya bagi diri sendiri tetapi juga bagi komunitas dan alam sekitar.
Bagi saya pribadi, mengikuti tradisi ini bukan hanya ritual, tapi cara hidup yang membawa kedamaian dan rasa hormat kepada para Buddha serta makhluk lain. Mengamalkan welas asih (karuna) dan kasih sayang (metta) menjadi kunci dalam menjalankan hari besar ini, sebagaimana diajarkan Master Lu Jun Hong, yang sangat dihormati dalam komunitas kami.
Saya juga menyarankan agar teman-teman yang ingin mendalami ajaran Buddha dan Hari Duan Wu Jie tidak ragu untuk menghubungi XLFM di berbagai kota di Indonesia seperti Jakarta, Pekanbaru, Palembang, dan Batam untuk mendapatkan panduan dan materi bacaan yang lengkap dan mendukung perjalanan spiritual kalian. Selamat merayakan Hari Duan Wu Jie dengan penuh makna dan damai.