Sejarah Singkat JATMAN NU
Kumpulan Postingan yang di hapus Tiktok, alasan melanggar komunitas, tapi ngga tahu komunitas yang mana
JATMAN atau Jam’iyah Ahlith Thariqah al-Mu'tabarah an-Nahdliyyah merupakan organisasi tarekat yang memiliki peran penting dalam melestarikan dan mengembangkan ajaran tasawuf yang sesuai dengan syariat Islam di Indonesia. Sejak berdiri pada tahun 1926, JATMAN telah berkomitmen untuk membina para jamaah tarekat dengan landasan yang kuat, yaitu sanad tarekat yang bersambung hingga Rasulullah SAW. Dalam perjalanan sejarahnya, JATMAN didirikan oleh para ulama NU ternama seperti KH Muslih Abdurrahman, KH Nawawi Berjan, KH Masruhan, dan KH Chudlori yang juga merupakan mursyid tarekat. Kongres pertama yang diselenggarakan pada 12-13 Oktober 1957 di Pondok Pesantren APIT Magelang menjadi tonggak penting dalam organisasi ini. Pada tahun 1979, JATMAN semakin menguat dengan pengusulannya menjadi badan otonom NU, menegaskan perannya sebagai bagian integral dari Nahdlatul Ulama. Berbeda dengan organisasi sejenis seperti JATMA ASWAJA, JATMAN memiliki struktur organisasi yang lengkap dan berjenjang hingga tingkat desa, yang memungkinkan pengelolaan dan pembinaan yang efektif terhadap jamaah dan para mursyid. Aktivitas seperti pengajian, suluk, baiat, dan dzikir menjadi agenda rutin yang memperkuat pendidikan tasawuf dan memelihara keseimbangan spiritual jamaah. Sebagai sebuah badan otonom NU, JATMAN juga aktif dalam menjaga persatuan bangsa dan mendukung ideologi NKRI, agar ajaran tarekat tetap relevan dan memberikan manfaat luas bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Bagi saya pribadi, pengalaman mengikuti pengajian dan dzikir yang dibina oleh JATMAN sangat memperkaya spiritualitas dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Disiplin dalam suluk, yang dibimbing oleh mursyid yang sah dengan sanad yang jelas, membuat saya semakin mantap menjalani kehidupan dengan prinsip Ahlussunnah wal Jamaah. Melalui JATMAN, saya juga belajar pentingnya menjaga tradisi dan warisan ulama NU agar tidak terputus dan terus memberi manfaat untuk generasi mendatang. Mari kita hormati dan cintai peran JATMAN dalam menjaga kesucian dan keautentikan tarekat di Indonesia, sebagai bagian dari upaya memperkuat iman dan ketaqwaan umat di era modern ini.




































