Day 3 MPASI (Metode MPASI Jepang)

Ini Hari ketiga Baby Arkan MPASI. Menu hari ini adalah Nasi dan Wortel. Dan menu ini untuk makan 2 kali sehari (pagi dan sore).

Noted: Untuk wortel setelah di kupas kulitnya dan di cuci dengan air bersih. Bagian tengah dari wortel harus dibuang ya bun. Kenapa harus di buang? Karena bagian tengah (inti) dari wortel mengandung serat tak larut yang tinggi dan bertekstur lebih keras. Sehingga dapat menyebabkan anak sembelit. Untuk mencegahnya maka kita harus membuang tengahnya ya bun.

Ini dia resepnya :

🤍 Nasi 40 gr (2 sendok makan)

🤍 Wortel 10 gr

🤍 Air 250 Ml

Kemudian blender halus ya bun. Dan MPASI siap di berikan pada si kecil. Sesuaikan tekstur dengan usia ya bun jangan terlalu kental untuk pertama kali MPASI ✨️

#MyJourney #mpasi #bayi #bayigemoy #newmomlife

5/11 Diedit ke

... Baca selengkapnyaPengalaman saya dalam menerapkan metode MPASI Jepang pada bayi saya menunjukkan bahwa memberikan variasi menu yang simpel seperti nasi dan wortel sangat membantu dalam transisi bayi dari ASI ke makanan padat. Pada hari ketiga MPASI, saya juga memilih menu nasi dan wortel dengan tekstur yang sangat halus agar bayi mudah menelan dan menyesuaikan. Saya selalu memperhatikan kebersihan bahan, misalnya mencuci wortel dengan air mengalir dan mengupasnya dengan bersih. Satu hal penting yang saya pelajari dari praktik ini adalah menghindari penggunaan bagian tengah wortel. Bagian inti wortel memang memiliki tekstur lebih keras dan serat tak larut yang dapat menyebabkan saluran cerna bayi terganggu, khususnya sembelit. Oleh karena itu, saya selalu mengupas dan membuang bagian tengah wortel sebelum diolah. Untuk proses pengolahan, blender nasi dan wortel bersama air bersih hingga benar-benar halus. Tekstur yang terlalu kental memang kurang ideal untuk MPASI awal karena bisa membuat bayi merasa kesulitan saat menelan. Jika dirasa terlalu kental, tambahkan sedikit air matang hingga mencapai kekentalan yang sesuai. Dari pengalaman saya, memberikan MPASI dua kali sehari—pagi dan sore—dapat membantu bayi beradaptasi dengan makanan padat sekaligus memenuhi kebutuhan energi hariannya. Selain itu, perlahan-lahan saya juga mengenalkan bayi dengan rasa alami dari sayuran untuk mengurangi risiko bayi menolak makanan baru di kemudian hari. Intinya, metode MPASI Jepang yang menekankan pada makanan yang sederhana dan bergizi, seperti kombinasi nasi dan wortel, sangat cocok bagi para orang tua baru yang ingin memulai MPASI tanpa ribet namun tetap memenuhi kebutuhan nutrisi bayi. Tetap perhatikan kebersihan dan porsi agar proses pemberian MPASI berjalan lancar dan menyenangkan bagi bayi dan orang tua.