Update 9. Berdasarkan informasi terkini ‼️ Kabupaten Agam masih dilanda bencana banjir bandang dan longsor, dengan laporan kejadian terbaru bahkan terjadi pada pagi ini, Selasa, 25 November 2025. Peristiwa ini merupakan rentetan dari bencana yang terjadi sejak Minggu (23/11) dan Senin (24/11) akibat curah hujan yang tinggi.

Pembaruan utama untuk hari ini meliputi 👇

- Bencana Beruntun: Hujan lebat yang berlangsung selama beberapa hari telah menyebabkan berbagai bencana di Agam, termasuk banjir, banjir bandang, tanah longsor, pohon tumbang, dan jalan amblas, yang terjadi hampir bersamaan.

- Wilayah Terdampak: Sedikitnya lima hingga enam kecamatan dilaporkan terdampak, termasuk Tanjung Raya, Palembayan, dan Lubuk Basung.

- Akses Terputus: Banjir bandang dan longsor telah memutus akses jalan di beberapa titik dan melumpuhkan jaringan komunikasi di beberapa kawasan, seperti Jorong Silungkang, Nagari Tigo Koto Silungkang, Kecamatan Palembayan.

- Kerusakan: Bencana ini merusak rumah warga, menimbun lahan pertanian, menimbun kolam renang dan kafe, serta merusak infrastruktur.

- Evakuasi: Tim SAR dan PMI telah melakukan evakuasi terhadap warga yang terjebak luapan sungai.

- Korban Jiwa: Laporan terkini tidak menyebutkan adanya korban jiwa baru untuk bencana yang terjadi sejak 23-25 November 2025. Laporan korban jiwa (19 orang) merujuk pada kejadian bencana sebelumnya di bulan Mei 2024.

Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam hari ini 25 November 2025

Berita hari ini #yoamuah #NEWS #AkuPernah #DigitalDiary #PerasaanKu

Kec. Palembayan
2025/11/25 Diedit ke

... Baca selengkapnyaKabupaten Agam kembali menghadapi tantangan besar akibat bencana beruntun yang dipicu oleh curah hujan tinggi selama beberapa hari. Banjir dan longsor yang terjadi hampir bersamaan telah menyebabkan kerusakan parah pada rumah warga dan infrastruktur penting, serta memutus akses jalan di berbagai titik. Salah satu daerah terdampak berat adalah Jorong Silungkang, Nagari Tigo Koto Silungkang di Kecamatan Palembayan, di mana jaringan komunikasi juga lumpuh akibat bencana ini. Peristiwa ini menimbulkan dampak yang luas di lima hingga enam kecamatan termasuk Tanjung Raya dan Lubuk Basung, menunjukkan betapa besarnya efek dari hujan lebat ini terhadap wilayah Kabupaten Agam secara keseluruhan. Tidak hanya merusak properti, banjir bandang dan longsor juga menimbun lahan pertanian yang menjadi sumber penghidupan masyarakat setempat, serta kolam renang dan kafe yang menjadi bagian dari ekonomi lokal. Proses evakuasi yang cepat dan terorganisir telah dilakukan oleh Tim SAR dan Palang Merah Indonesia (PMI) bagi warga yang terperangkap oleh luapan sungai. Meskipun belum ada laporan korban jiwa baru selama kejadian 23-25 November 2025, kesiapsiagaan dan penanganan terus ditekankan untuk mencegah risiko lebih besar. Keadaan ini mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan komunitas dan pemerintah daerah dalam mengantisipasi bencana hidrometeorologis, terutama di daerah rawan seperti Kabupaten Agam. Penguatan sistem peringatan dini dan edukasi masyarakat mengenai langkah aman selama bencana sangat diperlukan agar kerugian dapat diminimalisir. Selain itu, rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana juga harus mendapat perhatian serius agar warga dapat kembali beraktivitas normal secepatnya. Bagi masyarakat dan relawan kemanusiaan, kejadian di Agam ini menjadi pengingat untuk terus memperkuat sinergi dalam penanggulangan bencana serta menjaga solidaritas sosial. Laporan dari berbagai sumber, termasuk pengenalan wilayah terdampak seperti Tanjung Raya, Palembayan, dan Lubuk Basung, sangat membantu dalam koordinasi aksi tanggap darurat dan distribusi bantuan tepat sasaran. Semoga bencana ini menjadi bahan pembelajaran untuk memperbaiki kesiapsiagaan dan mitigasi bencana di masa depan.