Replying to @yoanasandra awalnya juga bingung apaan si ini, anak kok tb2 merasa dia setengah manusia setengah animal...ada2 aja anak2...ternyata setelah baca2 ada fsse anak2 merasa terlibat secara dalam ama binatang..ternyata normal2 aja kl anak2 umur 8 sd 12 th merasa spt ini..salah satu fase yg normal, jd ortu jgn panik dl...go along with them, validate them, n kl berlanjut dan mengganggu sekolah/kehidupan sosial br kita concern ke psikolog anak
Sebagai orang tua, menghadapi anak yang mengidentifikasi diri sebagai therian bisa menjadi pengalaman yang membingungkan dan memunculkan kekhawatiran. Namun, penting untuk memahami bahwa menurut para ahli, perasaan ini seringkali merupakan bagian dari eksplorasi identitas di masa perkembangan anak dan tidak selalu berbahaya. Dalam praktik saya, mendengar anak saya bercerita tentang keinginannya untuk 'menjadi binatang' pertama kali terasa aneh, tapi setelah mencari tahu dan berdiskusi dengan mereka, kami bisa bersama-sama menjalani fase ini tanpa menimbulkan tekanan berlebihan. Kuncinya adalah memberi ruang bagi anak untuk mengekspresikan diri mereka, sambil memvalidasi perasaan mereka tanpa menghakimi. Kadang anak-anak juga meminta mainan atau aksesori seperti topeng untuk menghias sebagai bentuk ekspresi mereka. Saya rasa ini wajar dan bisa menjadi cara mereka mengenal dan memperkuat jati diri. Tetap awasi jika ada dampak negatif pada aktivitas sehari-hari, seperti kesulitan di sekolah atau interaksi sosial, karena saat itulah sebaiknya kita mulai mempertimbangkan konsultasi ke psikolog anak. Terapi yang saya pelajari bukan bertujuan mengubah identitas anak, melainkan membantu mereka memahami diri dan mengelola emosi dengan lebih baik. Jadi, jangan panik jika anak Anda mengungkapkan hal ini—tetap dukung dengan penuh kasih sayang dan komunikasi terbuka akan sangat membantu perkembangan positif mereka.









































