menanak nasi
jaman sekarang ini jarang kan masak nasi di dandang, mayoritas masak nasi tuh di magic com atau rice cooker. Tapi saya nih dari awal nikah syuka nya ya masak nasi alami gini, kata orang jaman sekarang tuh jadul banget, ada yang sama gak ya dengan saya masak nasi masih pake dandang gini??#IRTAwards #KeseharianKu
Jujur, awalnya aku juga sempat ragu mau terus masak nasi pakai dandang, soalnya sekarang hampir semua orang pakai rice cooker. Tapi setelah dibiasain, rasanya beda banget, nasi putih dari dandang kukusan tradisional itu menurutku lebih wangi dan teksturnya lebih enak. Biasanya aku mulai dari milih beras dulu. Aku pakai beras yang kualitasnya lumayan, terus dicuci sampai airnya agak bening, biar nasi nggak terlalu lembek. Habis itu berasnya aku rendam sebentar, sekitar 15–20 menit. Menurut pengalamanku, direndam dulu bikin nasi lebih cepat matang dan hasilnya lebih pulen. Cara mengukus nasi dengan dandang juga sebenarnya nggak ribet. Pertama, air di panci bawah dandang aku isi secukupnya (jangan terlalu penuh, yang penting kalau mendidih uapnya bisa naik). Terus pasang dandang kukusan nasi tradisional di atas panci, pastikan sambungannya rapat supaya uap nggak banyak bocor. Aku biasanya masak nasi di dandang dua tahap. Tahap pertama, beras dan air dimasak dulu di panci biasa sampai airnya hampir habis dan beras setengah matang. Rasanya mirip kaya masak nasi model konvensional. Setelah itu baru aku pindahkan nasi setengah matang ke dandang nasi tradisional, diratakan tipis-tipis supaya uap panasnya kena merata. Saat kukusan nasi tradisional mulai mengeluarkan uap banyak, aku kecilkan api. Ini penting supaya nasi nggak cepat kering di bagian bawah. Sesekali aku cek air di panci, kalau hampir habis langsung ditambah lagi sedikit, tapi jangan sampai menyentuh bagian nasi. Biasanya sekitar 20–30 menit nasi sudah matang sempurna, tergantung banyaknya nasi. Tips lain dari pengalamanku: tutup dandang jangan sering dibuka, soalnya uap panasnya keluar dan bikin waktu masaknya jadi lebih lama. Kalau sudah terasa wangi nasi putih dan uapnya nggak terlalu deras, aku matikan api dan diamkan dulu sekitar 5–10 menit dengan tutup tetap tertutup. Setelah itu baru nasi diaduk pelan dari pinggir ke tengah supaya tidak menggumpal. Yang aku suka dari masak nasi di dandang kukusan nasi tradisional adalah nasi jadi lebih tahan lama, nggak cepat basi kalau disimpan dengan benar. Biasanya aku bungkus sebagian nasi hangat pakai daun pisang atau daun pandan, aromanya makin sedap. Buat yang baru mau coba, jangan takut gagal, beberapa kali percobaan nanti lama-lama bisa ketemu takaran air, waktu, dan api yang pas sesuai selera keluarga. Kalau di rumah kalian masih ada dandang kukusan nasi tradisional, nggak ada salahnya dipakai lagi sesekali. Selain nostalgia dengan cara masak nasi di dandang ala zaman dulu, rasanya juga punya ciri khas tersendiri yang beda dari nasi rice cooker.

kalo masak di dandang tuh lebih pulen kataku bund. apalagi pakai tungku🤩