bener gak?😏
Sebagai seseorang yang pernah berjuang dengan citra tubuh, saya sangat mengerti perasaan yang diungkapkan dalam kalimat "at least aku cuma genduts, bukan jelek sekiaaan". Hal ini mengajarkan saya bahwa penerimaan diri adalah langkah penting dalam perjalanan kebahagiaan. Di dunia media sosial sekarang, tagar seperti #bodygoalss dan #pulen sering muncul sebagai simbol dukungan dan perayaan terhadap berbagai bentuk tubuh. Saya menemukan bahwa membandingkan diri dengan standar kecantikan yang tidak realistis hanya membuat rasa percaya diri kita semakin terkikis. Namun, belajar untuk melihat tubuh kita dengan penuh kasih sayang dan menganggap 'gendut' bukanlah sesuatu yang buruk tetapi sebuah kondisi yang bisa diterima, membantu saya lebih percaya diri. Selain itu, menggunakan kata-kata positif saat berbicara tentang diri sendiri sangat penting. Istilah "gendut" pun bisa diubah menjadi sesuatu yang membangun jika disertai dengan sikap positif. Selama perjalanan ini, saya juga menemukan komunitas yang mendukung #bodygoalss dan #pulen, yang memperkuat rasa percaya diri dengan berbagi cerita tentang realita dan perjuangan mereka. Membuka diri dan berbagi pengalaman di platform seperti ini ternyata banyak memberi manfaat, tidak hanya untuk diri sendiri tetapi juga untuk orang lain yang sedang dalam proses menerima dirinya. Jadi, jika kamu merasa bimbang tentang penampilan, ingatlah bahwa setiap orang unik dan berharga. Jangan biarkan definisi 'jelek' atau bentuk tubuh tertentu mendefinisikan kebahagiaanmu. Bersyukurlah atas apa yang kamu miliki dan cintailah tubuhmu apa adanya. Ini adalah kunci sejati menuju kebahagiaan dan kesehatan mental yang lebih baik.