Jangan mengambil keputusan pada saat marah

"Jangan mengambil keputusan pada saat marah, karena Anda akan menyesal. Orang marah itu sebenarnya telah kehilangan obyektivitasnya, tak punya kedalaman dalam melihat sesuatu, dan kurang dalam perenungannya".

source by:

@LaTahzan

#WanZi _Quotes

7/13 Diedit

... Baca selengkapnyaPengalaman pribadi saya membuktikan bahwa keputusan yang diambil saat emosi sedang memuncak seringkali membawa penyesalan. Saat marah, pikiran kita menjadi kabur dan sulit melihat situasi secara objektif. Saya pernah beberapa kali membuat keputusan terburu-buru ketika emosi menguasai, dan hasilnya ternyata tidak sesuai harapan. Misalnya, dalam sebuah proyek kerja, saya sempat memutuskan untuk mengabaikan saran rekan yang mengkritik ide saya dengan nada yang membuat saya tersinggung. Namun setelah saya tenang dan merefleksikan kembali, saya menyadari bahwa kritik tersebut sebenarnya membangun dan membantu saya melihat kelemahan yang selama ini terlewatkan. Dari situ saya belajar pentingnya menahan diri dan menghindari keputusan impulsif saat marah. Menurut beberapa psikolog, kemarahan mengurangi kapasitas kita dalam mengontrol diri dan melihat masalah dari berbagai sudut pandang. Hal itu menyebabkan keputusan yang dihasilkan minim pertimbangan dan lebih didasarkan pada reaksi emosional. Oleh karena itu, teknik menenangkan diri seperti menarik napas dalam-dalam, menjauh sebentar dari sumber emosi, bahkan menulis apa yang dirasakan bisa membantu memulihkan kejernihan pikiran. Kutipan dari #WanZi_Quotes sangat tepat mengingatkan "Orang marah itu sebenarnya telah kehilangan obyektivitasnya, tak punya kedalaman dalam perenungannya." Ini menjadi pengingat bahwa menunda pengambilan keputusan sampai kita dalam kondisi mental yang stabil adalah strategi terbaik. Dalam keseharian, saya selalu mencoba menerapkan prinsip ini agar keputusan yang saya buat lebih matang dan dapat dipertanggungjawabkan. Jika Anda juga pernah mengalami situasi sulit yang dipengaruhi emosi, cobalah untuk berhenti sejenak, evaluasi alasan kemarahan, dan beri waktu diri sendiri untuk menenangkan pikiran. Hasilnya akan lebih memuaskan dan menghindarkan dari rasa menyesal di kemudian hari.