Semua orang mau hidup dalam serba berkecukupan secara ekonomi. Sebenarnya apa tujuan hidup mereka sesungguhnya?
Apakah dengannya akan membuahkan kedamaian dan kebahagiaan? Bukankah susah senang hanyalah permainan rasa belaka?
Dalam pengalaman saya, banyak orang mengejar kekayaan dan kemakmuran materi dengan harapan dapat menemukan kebahagiaan dan ketenangan hidup. Namun, saya mulai menyadari bahwa berkecukupan secara ekonomi hanyalah satu bagian dari kedamaian batin. Sering kali, kita terlalu fokus pada pencapaian materi dan lupa bahwa hidup juga penuh dengan perasaan yang berubah-ubah—suka dan duka, senang dan sedih—yang semua itu adalah bagian dari permainan rasa. Saya belajar bahwa kebahagiaan datang ketika kita mampu menerima keadaan dengan lapang dada dan mensyukuri setiap momen, bukan bergantung semata pada kondisi ekonomi. Mengalami sendiri naik turunnya hidup membuat saya percaya bahwa tujuan hidup lebih dari sekadar mengumpulkan harta. Kedamaian sejati muncul dari keseimbangan antara kebutuhan fisik dan spiritual, serta hubungan baik dengan orang di sekitar. Dengan memahami ini, saya mencoba menjalani hidup yang lebih sederhana dan penuh makna, di mana rasa cukup bisa memberi kedamaian tanpa harus selalu mengejar lebih. Jadi, bagi siapa saja yang sedang bertanya apakah berkecukupan ekonomi menjamin kebahagiaan, saya sarankan untuk mencoba mengarahkan fokus pada hal-hal yang membawa ketenangan batin dan memaknai setiap perasaan yang muncul sebagai bagian dari perjalanan hidup yang unik.
