OwaganakAlikwagarak
**Dalam kebisuan cinta,
kau memanggilku berulang kali.
Aku pun menolak—bukan karena aku tak ingin,
tetapi karena hatiku telah menjadi hampa.
Aku telah disakiti berulang kali
tanpa pernah melakukan kesalahan.
Saat aku ingin bercerita tentang hidupku,
air matakulah yang lebih dulu berbicara.
“Jangan menangis,” katamu,
sambil menghapus air mataku
dan memelukku erat.**/Jl. Pantai Naikere


























