Kakap Lempa Kuning Khas Bangka
Bahan:
1ekor ikan kakap putih (1kg)
½bgn nenas (buang kulit lalu.pot)
1bj tomat merah (potong) 1sdt asam jawa adabi 500ml air
segenggam rawit hijau dan merah
garam, merica, kaldu bubuk seckpnya
Bumbu halus:
10 siung bamer
5siung baput
4btr kemiri
1sdt bubuk terasi (sy skip) bagi yg suka blh pake ya
10tangkai cabe merah sekelingking jahe
1ruas kunyit
Bumbu aromatik:
sejempol lengkuas (geprek) 1btg sereh (geprek)
4lbr daun salam
Cara:
-bersihkan ikan lalu marinasi pk lemon kira2 30 mnt lalu bilas bersih
-lumuri garam, merica dan bubuk baput, sisihkan
-didihkan air di panci lalu mskkan bumbu halus dan bumbu aromatik
-tambahkan
ikan lalu bubuhi garam, merica, kaldu jamur dan asam jawa
-stlh ikan mulai matang mskkan tomat, cabe rawit dan nenas
-didihkan bentar lalu
koreksi rasa, bila sdh pas matikan api lalu angkat dan hidang
Pertama kali coba masak kakap lempa kuah kuning khas Bangka ini, aku langsung jatuh cinta sama rasa kuahnya yang asam segar dan sedikit pedas. Buat kamu yang penasaran bedanya lempa dengan gulai atau pindang biasa, menurut aku lempa itu cirinya kuah kuning yang segar, bukan terlalu kental santan, dan ada sentuhan asam dari asam jawa plus manis-asam dari nenas. Jadi kalau suka ikan kakap kuah kuning yang seger, resep ini wajib dicoba. Untuk pilihan ikan, aku biasanya pakai kakap putih segar sekitar 1 kg, tapi bisa juga diganti kakap merah atau jenis ikan lain yang dagingnya tebal. Yang penting ikannya segar supaya kuahnya wangi dan nggak amis. Tips dari aku, selain dimarinasi pakai lemon seperti di resep, ikannya bisa dibalur sedikit garam dulu lalu didiamkan sebentar, baru dibilas. Ini membantu mengurangi bau amis sebelum dimasak dalam kuah kuning. Banyak yang tanya soal kuah kuningnya, kenapa bisa cantik dan nggak pahit. Di sini peran kunyit itu penting. Aku pakai kunyit segar, bukan bubuk, karena rasanya lebih halus dan warna kuningnya lebih natural. Jangan kebanyakan kunyit supaya rasa ikan kakap dan nenasnya tetap dominan. Kemiri juga bikin kuah sedikit ber-body tanpa perlu santan yang berat, jadi cocok buat kamu yang kurang suka makanan bersantan tapi tetap mau kuah yang enak dan berisi. Kalau kamu kenal calok Bangka, biasanya calok itu dipakai sebagai pelengkap sambal atau cocolan makan ikan lempa. Di rumah, aku kadang sediakan calok Bangka di samping hidangan ini, jadi cara makannya bisa dicocol sedikit calok, baru disiram kuah kakap kuning panas-panas. Kombinasi asin gurih dari calok dan asam segar kuah lempa bikin nambah nasi tanpa sadar. Level pedas bisa kamu sesuaikan. Di resep aku pakai segenggam cabai rawit hijau dan merah, tapi kalau nggak kuat pedas, jumlahnya bisa dikurangi atau cabai utuh dibiarkan saja tanpa digigit. Yang penting tetap ada cabai hijau-merah sebagai ciri khas tampilan kakap kuah kuning yang menggugah selera seperti di foto: potongan ikan kakap besar, kuah kuning cerah, irisan tomat merah, cabai rawit hijau, dan potongan nenas. Satu hal lagi, timing masukin nenas dan tomat itu penting. Aku selalu masukkan nenas dan tomat setelah ikan hampir matang supaya teksturnya masih sedikit crunchy dan rasanya nggak hancur di kuah. Kalau nenas dimasak terlalu lama, kuah bisa jadi terlalu manis dan aromanya berubah. Dengan cara ini, rasa asam segar dari nenas tetap seimbang dengan asam jawa. Kakap lempa kuah kuning ini menurut aku cocok banget buat menu makan siang atau malam bareng keluarga. Disajikan panas dalam mangkuk putih dengan nasi hangat, dihias irisan tomat merah dan cabai hijau, kelihatan cantik sekaligus otentik khas masakan Bangka. Kalau kamu punya versi lempa sendiri atau biasa makan di kampung, bisa banget modifikasi bumbunya sesuai selera, misalnya tambah terasi bubuk atau calok Bangka langsung ke kuah. Yang penting tetap mempertahankan karakter kakap kuah kuning yang asam, segar, dan bikin nagih.


ini rasanya klu matang cenderung asam asin atau gimana kak