Saksang Tanpa Gota Khas Batak
Kembali ke menu masakan kampung halaman tercinta,Siantar city yg sdh tdk asing lg dengan masakan khas Batak "saksang" (non halalš·š·)
Saksang yg dispill saksang tanpa gota (darah B2) ya,sebagai gantinya ditambahkan kelapa sangrai (ambu ambu)
Biar ga penasaran simak.resep berikut
SAKSANG TANPA GOTA KHAS BATAK
700gr daging bagian paha (pot dadu )
1sdm bubuk baput
1sdm bubuk ketumbar
Garam,lada,kecap kental seckpnya
600ml Air utk rebus dgg
1biji.jeruk nipis (peras sarinya)
3bj asam cikala (geprek)
250gr kelapa sangrai (beli jadi)
Sereh,lengkuas daun jeruk dan daun salam (utk rebus daging)
Bumbu halus:
18siung bamer (sisihkan 5 siung utk iris)
8siung baput
Seruas kunyit
4btr kemiri
8tangkai cabe merah
12btr rawit hijau
Sejempol jahe
Sejempol lengkuas
1btg sereh (ambil putih)
Segenggam andaliman
4bj asam cikala
1kuntum kincung
2sdm bubuk ketumbar
1sdt bubuk lada
Bumbu aromatik:
1 btg Sereh,2cm lengkuas geprek
6lbr daun jeruk
3lbr daun salam
Cara masak simak video ya
Buat yang lagi cari saksang tanpa darah atau resep saksang tanpa gota, versi ini menurutku cocok banget buat dimasak di rumah. Rasanya tetap berasa khas Batak, tapi lebih "aman" buat yang kurang nyaman dengan penggunaan darah. Pertama, pilih daging babi bagian paha yang masih fresh. Potong dadu sedang, jangan terlalu kecil supaya teksturnya tetap juicy setelah dimasak lama. Biasanya aku rendam dulu dengan perasan jeruk nipis dan sedikit garam sekitar 10ā15 menit, baru dibilas lagi. Cara ini bikin daging lebih bersih dan nggak terlalu berbau. Karena ini saksang tanpa gota, kunci rasa ada di kelapa sangrai dan bumbu rempahnya. Kelapa sangrai (ambu-ambu) usahakan disangrai sampai cokelat keemasan dan wangi, tapi jangan sampai gosong. Kalau gosong nanti rasa saksang jadi pahit. Setelah itu boleh dihaluskan kasar atau diulek sebentar supaya lebih mudah tercampur dengan kuah. Air rebusan daging jangan dibuang, karena itu yang nanti jadi dasar kuah saksang tanpa darah. Saat merebus daging bersama sereh, lengkuas, daun jeruk, dan daun salam, aku biasanya pakai api kecil sedang, biar daging empuk pelan-pelan dan bumbunya meresap. Kalau air mulai menyusut, baru masukkan bumbu halus, asam cikala, dan andaliman. Andaliman ini juga jadi ciri khas saksang Batak. Rasanya sedikit getir dan ada sensasi kesemutan di lidah. Jangan terlalu banyak dulu, bisa dicicip dan ditambah sedikit-sedikit kalau kurang. Begitu juga dengan kincung, cukup satu kuntum tapi bikin aroma saksang naik level. Setelah bumbu halus masuk dan matang, baru kelapa sangrai dimasukkan. Di tahap ini, aku suka kecilkan api dan aduk perlahan supaya kelapa sangrai menyatu dengan kuah dan mengental alami, mirip tekstur saksang pakai gota. Kalau suka agak basah, jangan menunggu sampai kuah benar-benar habis. Untuk penyajian, saksang tanpa gota ini enak banget dimakan dengan nasi panas, lengkap dengan sayur rebus sederhana atau daun ubi tumbuk. Kalau mau versi lebih pedas, jumlah cabai rawit hijau bisa ditambah sesuai selera. Versi saksang tanpa darah ini cocok juga buat kamu yang tinggal di luar daerah Batak dan susah cari gota yang fresh. Bahan-bahannya relatif mudah dicari di pasar tradisional, terutama kelapa sangrai, andaliman, dan asam cikala. Tinggal ikuti step pelan-pelan, rasanya bisa mendekati saksang asli kampung halaman walaupun tanpa gota.