Makin marah malah makin nempel 😭😭😭

4/7 Diedit ke

... Baca selengkapnyaKadang kita merasa kalau marah itu harus dihindari supaya hubungan tidak rusak, tapi ternyata ada situasi di mana kemarahan justru membuat pasangan makin dekat dan enggan jauh. Dari pengalaman saya dan yang sering saya dengar, saat marah itu sebenarnya ada beberapa hal yang sedang tersampaikan lewat emosi kita. Pasangan bisa merasakan getaran emosi itu dan kadang jadi lebih perhatian, karena mereka tahu kita sedang butuh diperhatikan atau didengarkan. Berdasarkan kutipan dalam gambar, "Jangan marah-marah mulu, ntar dia bosen terus ninggalin kamu," ini menunjukkan ada kekhawatiran soal keberlanjutan hubungan jika kemarahan terus berulang. Namun, kenyataannya, kemarahan yang disalurkan dengan benar justru bisa menjadi bentuk komunikasi yang jujur dalam hubungan. Supaya kemarahan tidak berbalik jadi masalah, saya belajar untuk mengekspresikan rasa kesal dengan cara yang konstruktif. Misalnya, saya ungkapkan apa yang membuat saya marah tanpa menyalahkan, lalu memberi ruang ke pasangan untuk memahami perasaan saya. Dari situ, biasanya pasangan akan merasa lebih terhubung dan ingin memperbaiki keadaan. Jadi, kemarahan bukan bertujuan menjauhkan, tapi justru bisa mendekatkan selama kita bisa mengelolanya dengan bijak. Untuk kamu yang sedang merasa hubungan jadi rumit karena sering marah, coba deh perhatikan bagaimana kamu menyampaikan emosi. Mungkin berikut ini tips praktis yang saya aplikasikan: 1. Berikan waktu sejenak saat mulai merasa marah agar tidak terbawa emosi sesaat. 2. Ungkapkan isi hati dengan kalimat yang fokus pada perasaan, bukan pada kesalahan pasangan. 3. Dengarkan respons pasangan dengan terbuka tanpa langsung menghakimi. 4. Buat kesepahaman bersama tentang bagaimana menghadapi konflik tanpa saling menyakiti. Dengan cara ini, kemarahan tidak selalu diartikan negatif. Bahkan, bisa menjadi titik balik untuk membuat hubungan makin erat. Intinya, jangan takut untuk menunjukkan kalau kamu marah, tapi tunjukkan juga bahwa kamu peduli dan ingin solusi bersama. Hal inilah yang membuat pasangan kamu malah makin "nempel" dan merasa dibutuhkan.